Hadiri Pelepasan SMKN 1 Taliwang, Bupati Amar Fokus Bangun SDM dan Kurangi Ketergantungan Tambang

Taliwang, Sumbawa Barat — Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menghadiri acara pelepasan siswa kelas XII Angkatan ke-19 SMK Negeri 1 Taliwang yang berlangsung di Gedung Bukit Bintang, Rabu (12/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung penuh haru dan kebanggaan dengan dihadiri para guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah.

Acara pelepasan tahun ini mengangkat tema “The End of Chapter, The Start of Future”, yang menggambarkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal menuju masa depan yang lebih baik bagi para siswa.

Dalam sambutannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurutnya, meskipun SMA dan SMK secara kewenangan berada di bawah pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tetap berkomitmen memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, termasuk mendukung para lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan bahwa secara formal kewenangan pemerintah kabupaten memang hanya sampai jenjang SMP. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melampaui kewenangan tersebut melalui berbagai program strategis di bidang pendidikan.

Salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah, lanjutnya, adalah melalui penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

“Tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk program beasiswa,” jelas Amar Nurmansyah.

Selain itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi akses beasiswa dari berbagai universitas maupun lembaga non-pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa Barat yang hingga saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan.

Ia menyebut angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa Barat berada di kisaran 4,3 persen. Menurutnya, kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh aktivitas proyek-proyek tambang yang bersifat fluktuatif.

“Ketika proyek besar seperti pembangunan smelter berjalan, penyerapan tenaga kerja meningkat sehingga angka pengangguran menurun. Namun setelah proyek selesai, lapangan kerja kembali berkurang karena kebutuhan tenaga kerja hanya untuk operasional,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah mulai fokus membangun sektor ekonomi berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor tambang.

Bupati mengakui bahwa selama puluhan tahun pola pikir masyarakat masih berorientasi pada pekerjaan di sektor tambang. Padahal, sektor tersebut memiliki keterbatasan karena sangat bergantung pada keberadaan proyek tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kini mulai mengembangkan berbagai klaster ekonomi baru, seperti agribisnis peternakan sapi dan sektor usaha lainnya yang dinilai mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihan yang diberikan benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pelatihan yang diberikan bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi langsung diarahkan pada penempatan kerja,” tegasnya.

Beberapa kerja sama juga telah dilakukan, di antaranya bersama UT School serta program peluang kerja ke Jepang melalui program PMI.

Bupati mengungkapkan bahwa sejumlah lulusan SMK telah berhasil mengikuti pelatihan dan langsung memperoleh penempatan kerja sesuai bidang kompetensinya.

Ia juga meminta para orang tua untuk mendukung anak-anak mereka apabila mendapatkan kesempatan bekerja di luar daerah.

Menurutnya, banyak peluang kerja yang sebenarnya tersedia, namun terkadang terhambat karena masih adanya keraguan orang tua melepas anak-anak mereka bekerja jauh dari kampung halaman.

Kepada para lulusan, Amar Nurmansyah berpesan agar terus menjaga karakter, semangat kerja, dan kemampuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di SMK.

Selain bekerja di perusahaan, para lulusan juga didorong memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung generasi muda yang ingin berwirausaha melalui bantuan alat, bantuan modal, maupun program pengembangan usaha lainnya.

Di akhir sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada SMK Negeri 1 Taliwang yang dinilai berhasil melahirkan alumni-alumni berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Ia berharap momentum pelepasan Angkatan ke-19 ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk terus berkembang, berkarya, dan membawa nama baik sekolah maupun daerah di masa mendatang. (Hen).