Taliwang, Sumbawa Barat -- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah menghadiri acara pelepasan siswa kelas XII Angkatan ke-19 SMK Negeri 1 Taliwang yang berlangsung di Gedung Bukit Bintang, Rabu (12/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung penuh haru dan kebanggaan dengan dihadiri para guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah.
Acara pelepasan tahun ini mengangkat tema “The End of Chapter, The Start of Future” yang menggambarkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal menuju masa depan yang lebih baik bagi para siswa.
Dalam laporannya, Kepala SMK Negeri 1 Taliwang, Muhammad Nasir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Sumbawa Barat dalam kegiatan pelepasan tersebut
Menurutnya, selama perjalanan panjang sekolah, baru kali ini acara pelepasan siswa dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menilai kehadiran kepala daerah menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi lulusan SMK.
“Alhamdulillah, selama perjalanan waktu SMKN 1 Taliwang, baru hari ini sempat dihadiri oleh Bapak Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. Mudah-mudahan kehadiran beliau menjadi semangat dan perhatian lebih bagi lulusan SMKN 1 Taliwang,” ujar Muhammad Nasir.
Ia berharap lulusan SMKN 1 Taliwang mampu bekerja di perusahaan-perusahaan ternama, baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Sumbawa Barat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Muhammad Nasir juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah dan DPRD untuk menjembatani kerja sama dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat agar lulusan SMK tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kami berharap lulusan SMKN 1 Taliwang tidak menjadi penonton di kampungnya sendiri,” tegasnya.
Pada tahun ini, sebanyak 278 siswa kelas XII resmi dilepas dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Kepala sekolah juga berpesan kepada seluruh lulusan agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kemampuan dan ilmu pengetahuan tidak akan berarti tanpa dibarengi sikap dan karakter yang baik.
“Kompetensi harus terus ditingkatkan, tetapi akhlak jauh lebih penting. Ilmu tinggi tidak akan bermakna tanpa akhlak yang baik,” ungkapnya.
Di akhir laporannya, Muhammad Nasir mewakili seluruh guru menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan siswa apabila selama proses pembelajaran terdapat kekeliruan maupun tindakan yang kurang berkenan.
Sementara itu, Ketua Komite SMK Negeri 1 Taliwang, Mustakim Fatawari yang mewakili orang tua siswa menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan.
Ia mengatakan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan karena berbagai tantangan, baik keterbatasan ekonomi maupun persoalan lainnya.
Mustakim juga mengapresiasi dedikasi para guru dan pihak sekolah yang telah sabar mendidik para siswa selama tiga tahun.
“Atas nama orang tua siswa, kami menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf apabila selama proses pendidikan anak-anak kami banyak menguji kesabaran bapak dan ibu guru,” katanya.
Dalam sambutannya, ia juga menyoroti pentingnya dukungan negara terhadap dunia pendidikan melalui anggaran yang memadai.
Disebutkan bahwa pemerintah memberikan dana BOS sekitar Rp1,2 miliar setiap tahun kepada sekolah. Namun di sisi lain, kontribusi orang tua melalui pembayaran BPP mencapai sekitar Rp1,8 miliar setiap tahunnya.
Karena itu, ia meminta agar pihak sekolah tidak lagi menahan hak-hak siswa seperti ijazah akibat persoalan tunggakan administrasi.
Menurutnya, banyak siswa yang akhirnya mengalami hambatan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja karena persoalan tersebut.
Mustakim menegaskan bahwa para orang tua telah berjuang keras demi pendidikan anak-anak mereka meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda-beda.
Ia juga berharap kehadiran pemerintah daerah dalam acara pelepasan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan nyata yang mendukung masa depan lulusan SMK.
Dalam pidatonya, Mustakim mengungkapkan bahwa selama 19 angkatan, SMK Negeri 1 Taliwang telah meluluskan sekitar 3.800 alumni.
Namun demikian, ia mengakui masih banyak lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan atau tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada siswa berprestasi melalui dukungan beasiswa dan akses pendidikan lanjutan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
Menurutnya, meskipun SMA dan SMK berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tetap memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa secara formal kewenangan pemerintah kabupaten memang hanya sampai jenjang SMP. Namun pemerintah daerah tetap berupaya melampaui kewenangan tersebut melalui berbagai program pendidikan.
Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
“Tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk program beasiswa,” jelas Amar Nurmansyah.
Selain itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi akses beasiswa dari berbagai universitas dan lembaga non-pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa Barat yang masih sangat bergantung pada sektor tambang.
Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa Barat berada di kisaran 4,3 persen. Menurutnya, angka pengangguran sangat dipengaruhi aktivitas proyek-proyek tambang. Ketika proyek besar berjalan, penyerapan tenaga kerja meningkat. Namun setelah proyek selesai, lapangan kerja kembali berkurang.
Karena itu, pemerintah daerah mulai fokus membangun sektor ekonomi berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada tambang.
Bupati mengakui bahwa selama puluhan tahun pola pikir masyarakat masih berorientasi bekerja di sektor tambang.
Padahal, sektor tambang memiliki keterbatasan karena sangat bergantung pada keberadaan proyek-proyek tertentu.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah kini mulai mengembangkan berbagai klaster ekonomi baru seperti agribisnis peternakan sapi dan sektor usaha lainnya yang dinilai mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihan yang diberikan benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pelatihan yang diberikan bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi langsung diarahkan pada penempatan kerja,” ujar Bupati.
Beberapa kerja sama juga telah dilakukan, di antaranya dengan UT School serta program peluang kerja ke Jepang melalui PMI.
Bupati mengungkapkan bahwa sejumlah lulusan SMK sudah berhasil mengikuti pelatihan dan langsung memperoleh penempatan kerja.
Ia juga meminta para orang tua untuk mendukung anak-anak mereka apabila mendapat kesempatan bekerja di luar daerah.
Menurutnya, banyak peluang kerja yang sebenarnya tersedia, namun terkadang terhambat karena orang tua masih ragu melepas anak-anak mereka bekerja jauh dari kampung halaman.
Kepada para lulusan, Amar Nurmansyah berpesan agar terus menjaga karakter, semangat kerja, dan kemampuan yang telah dipelajari selama di bangku sekolah.
Selain bekerja, para lulusan juga didorong memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung generasi muda yang ingin berwirausaha melalui bantuan alat, bantuan modal, maupun program pengembangan usaha lainnya.
Di akhir sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada SMK Negeri 1 Taliwang yang dinilai berhasil melahirkan alumni-alumni berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Acara pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para siswa bersama orang tua tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Momentum pelepasan Angkatan ke-19 tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi para lulusan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, baik melalui dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun dunia usaha. (Hen).

.jpeg)
.jpeg)







.jpeg)