MEDIA PEMBELAJARAN ‘TANGKEL ION’ UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT POSITIF DAN NEGATIF


Oleh : Ludya Mirsafa

Mahasiswa Pascasarjana Magister Management Inovasi Universitas Technologi Sumbawa

Guru salah satu komponen dalam kegiatan pembelajaran memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Di samping itu, kedudukan guru dalam kegiatan pembelajaran juga sangat strategis dan menentukan. Strategis karena guru yang akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pembelajaran, sedangkan bersifat menentukan karena guru yang memilah dan memilih bahan, metode , dan media pembelajaran yang akan di sajikan kepada peserta didik. Guru memang mempunyai peranan yang paling penting dalam proses pembelajaran sehingga guru mendapat predikat figur sentral. Berbagai komponen penguasaan guru dalam mengimplementasikan pada proses pembelajaran yang di dukung oleh media dan teknologi pembelajaran diasumsikan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Media dan teknologi pendidikan yang di maksud adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan alat pembelajaran untuk mencapai tujuan. Prestasi itu dapat berupa pencapaian aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorisnya. 1 User Usman, Menjadi Guru Profesional, (Cet . XIII: Bandung: Remaja Rosdakarya,2001), 21. Prestasi belajar peserta didik tidak hanya terlihat dalam lingkungan sekolah saja, tetapi juga teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Aktivitas pembelajaran di kelas, memiliki nilai yang tinggi bagi peserta didik. Dengan berbagai komponen materi pelajaran yang bermacam-macam tujuan dan fungsinya, maka perlu dibuat perencanaan pembelajaran dengan matang agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif, efesien, dan menyenangkan. Namun dalam proses pembelajaran dikelas sering ditemui sikap atau tingkah lakupeserta didik yang ddapat mengganggu selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan antara guru dengan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Berhasil tidaknya mencapai tujuan pembelajaran di tentuka oleh guru, karena guru tidak hanya menyampaikan pembelajaran, melainkan lebih dari itu. Guru harus membimbing peserta didik untuk tumbuh dan berkembang baik fisik, psikis, sikap atau kecakapan lain. Guru harus bisa membuat suasana kegiatan yang menggembirakan, sehingga membuat peserta didik belajar dengan baik. Mengingat tanggung jawab yang begitu besar yang dipikul oleh seorang guru, maka seorang guru harus menyadari bahwa ia sebagai tenaga pendidik yang merupakan tenaga lapangan yang langsung melaksanakan pendidikan dan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. 2 Dalam membina kemampuan peserta didik sudah barang tentu harus memiliki kemampuan tersendiri. Adapun kemampuan yang dimiliki guru meliputi kemampuan mengawasi, membina, dan mengembangkan kompetensi peserta didik, baik personal, profesional, sosial maupun manajerial.3 Namun, sampai saat ini guru belum melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat karena berbagai faktor penghambat yang menghalanginya. Salah satu faktor penghambat tersebut adalah kemampuan guru itu sendiri belum menunjang pelaksanaan tugasnya. Kemampuan guru yang dimaaksud termasuk penggunaan serta penyediaan media pembelajaran. Berbagai argument diatas memberikan motivasi saya untuk menanalisis bagaiman pentingnya media pendidikan dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial budaya, maupun pendidikan. Agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan iptek tersebut perlu adanya penyesuaian, penyesuaian terutama yang berkaitan dengan faktor pengajaran disekolah. Salah satu faktor penyesuaian yang berkaitan dengan pengajaran adalah media pembelajaran yang perlu di pelajari dan dikuasai oleh guru sehingga mereka dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan bagi siswa.

Matematika adalah ilmu yang memberikan jawaban mutlak pada hasilnya, pada proses pembelajaran ini,biasanya siswa sangat sulit memahami penjelasan guru yang hanya mengandalkaan spidol dan papan tulis, dari 30 siswa di dalam kelas terkadang hanya terdapat 10 sampai 12 siswa yang mampu memahami penjelasan guru atau hanya 33% dari keseluruhan yang memahami materi, artinya pembelajaran yang diterapkan guru belum berhasil sepenuhnya. Dari problema ini guru dituntut harus bisa memikirkan bagaimana agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan seluruh siswa dapat memahami pelajaran yang diberikan,karena itu guru harus menemukan ide-ide atau gagasan yang menarik untuk membuat sebuah Inovasi dalam mengajar salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran.Untuk membuat sebuah media pembelajaran itu tidak harus terlihat Modern yang mengikuti perkembangan zaman serta era Glibalisasi seperti sekarang ini,melainkan juga bisa dengan memanfaatkan benda-benda tidak terpakai yang ada dilingkungan sekitar kita,dengan bahan media seperti ini,selain sangat mudah didapatkan kita juga dapat meminimalisir sampah di lingkungan kita,intinya target kita dalam membuat sebuah media pembelajaran harus inovatif yang disesuaikan dengan materi agar siswa mampu memahami pembelajaran yang diberikan terlepas dari apakah media itu Modern ataupun Tradisional

Pada hakikatnya media pembelajaran itu sendiri adalah salah satu yang menentukan hasil belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media,perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.

Salah satu model pebelajaran yang memberikan peluang bagi siswa untuk memiliki pengalaman menemukan suatu konsep dasar dan meningkatkan pemahaman mereka tentang matematika terkhusnya pada materi penjumlahan bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif adalah dengan menggunakan media pembelajaran “TANGKEEL ION”, dengan menggunakan media pembelajaran ini mereka tidak hanya sekedar belajar melainkan bisa belajar sambil bermain.

TANGKEL ION adalah sebuah media Pembelajaran sederhana yang digunakan seperti permainan congklak,‘TANGKEL’ artinya batok kelapa dan ION sendiri diambil dari nama batu yang diberi dua warna yang berbeda yaitu batu berwarna putih dan batu nerwarna hitam, batu yang berwarna putih menandakan positif (+) dan batu yang berwarna hitam melambangkan negatif (-). Media pembelajaran ini dibuat semacam permainan Tradisional “congklak” yang terdiri dari dua deret lubang congklak dan beberapa butir batu.

TANGKEL ION

Seperti halnya permainan congklak biasa,batu-batu itu dideretkan pada masing-masing lubang congklak hanya saja permainan congklak kali ini di modifikasi menjadi sebuah media pembelajaran.

Contoh penerapan media pembelajaran ini kepada siswa, guru memberikaan sebuah pertanyaan,-5 + 3 = ...

Siswa akan mengambil batu berwarna hitam (-) sebanyak 5 butir dan memasukkan satu batu ke dalam masing-masing lubang congklak lalu mengambil lagi batu warna putih (+) dan dimasukkan lagi ke dalam masing-masing lubang congklak yang berada disebelahnya, maka yang menjadi jawaban dari pertanyaan itu adalah batu mana yang tidak mempunyai pasangan, dari hasil praktek yang di lakukan,mereka dapat melihat bahwa ada 2 butir batu putih yang tidak mempunyai pasangan,jadi siswa akan langsung bisa mengetahu bahwa -5 + 3 = 2

Jadi, dengan menggunakan media pembelajaran ‘Tangkel Ion‘ ini dapat mempercepat pemahaman siswa menegenai penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif karena penggunaannya dengan cara bermain, sehingga apa yang menjadi tujuan guru dalam pelajaran, khususnya penjumlahan bilangan positif dan negatif tercapai dengan sempurna.