Pemilik Kost Batu Emas Pakirum Keberatan Nama Usahanya Dicatut dalam Dugaan Prostitusi Online

Taliwang, Sumbawa Barat – H. Sarafuddin, pemilik Kost Batu Emas Pakirum, menyampaikan keberatannya terhadap salah satu pemberitaan media online yang menampilkan tangkapan layar (screenshot) percakapan di aplikasi Michat yang menyeret nama tempat usahanya dalam dugaan praktik prostitusi online.

Menurut H. Sarafuddin, pemberitaan tersebut sangat merugikan dirinya sebagai pemilik usaha, karena nama Kost Batu Emas disebut dalam percakapan yang beredar seolah-olah lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya aktivitas prostitusi online.

Ia menegaskan bahwa perempuan yang ada dalam foto maupun yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online tersebut bukanlah penghuni Kost Batu Emas Pakirum. Karena itu, ia merasa nama usahanya telah dicatut tanpa dasar yang jelas dan tanpa konfirmasi yang akurat.

“Dari foto orang yang ada atau perempuan yang diduga melakukan prostitusi online itu bukan penghuni kost kami. Saya sangat keberatan karena nama Kost Batu Emas dibawa-bawa dalam percakapan tersebut,” ujar H. Sarafuddin saat diwawancarai media, minggu (26/04/2026).

Menurutnya, sangat mungkin ada pihak tertentu yang sengaja mencatut nama Kost Batu Emas untuk mengelabui pelanggan atau menghindari perhatian aparat penegak hukum. Modus seperti itu, kata dia, sangat merugikan dan berpotensi mencemarkan nama baik usaha yang telah dibangun dengan susah payah selama ini.

“Bisa jadi itu kost di tempat lain, tetapi mereka mengatasnamakan Kost Batu Emas agar terhindar dari penggerebekan aparat penegak hukum. Ini yang membuat kami sangat dirugikan,” jelasnya.

Ia mengaku merasa tersinggung atas pemberitaan yang telah beredar, karena masyarakat bisa langsung berasumsi negatif terhadap usaha kost miliknya tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu dari pihak media maupun pihak terkait.


Sebagai pemilik usaha, H. Sarafuddin menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya menjaga nama baik tempat usaha serta memastikan lingkungan kost tetap aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia bahkan menegaskan bahwa pihaknya sangat selektif dalam menerima penghuni kost. Setiap calon penghuni harus melalui proses seleksi dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, demi menjaga ketertiban serta kenyamanan lingkungan sekitar.

“Haram bagi kami jika menerima pengunjung yang seperti itu. Kami sangat menjaga aturan di tempat ini dan tidak pernah membiarkan hal-hal yang melanggar norma maupun hukum terjadi di kost kami,” tegasnya.

Ia berharap media yang memuat pemberitaan tersebut dapat lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi, terutama jika menyangkut nama seseorang atau tempat usaha yang dapat berdampak langsung pada reputasi dan kepercayaan masyarakat.

“Kalau informasi itu belum jelas, sebaiknya dikonfirmasi dulu. Jangan sampai nama orang atau usaha dicemarkan hanya karena screenshot yang belum tentu benar sumbernya,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan fakta yang sebenarnya. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan fitnah dan kerugian besar bagi pihak yang tidak bersalah.

H. Sarafuddin berharap persoalan ini dapat segera diluruskan agar nama baik Kost Batu Emas Pakirum kembali pulih dan tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa jika diperlukan, dirinya siap memberikan klarifikasi lebih lanjut kepada pihak berwenang maupun media agar persoalan ini tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan publik.

“Haram bagi kami jika menerima pengunjung yang seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran Media Akurasi NTB News, tidak ditemukan adanya wanita yang menetap atau tinggal di Kost Batu Emas Pakirum sebagaimana yang disebutkan dalam percakapan tersebut. Bagi masyarakat yang ingin menyewa kamar atau tinggal di kost tersebut, tetap harus melalui proses seleksi sesuai aturan yang berlaku dari pihak pengelola. (Hen).