Taliwang, Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan melalui pelaksanaan Program KSB Maju Sosial, yang kini juga menyasar penyandang disabilitas. Program ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial secara merata di seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial KSB, Ferial, S.Km, menjelaskan bahwa melalui Kartu KSB Maju Sosial, pemerintah daerah tidak hanya memberikan santunan bulanan, tetapi juga menyiapkan pendampingan sosial dan dukungan produktif bagi penyandang disabilitas. “Kita ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas di Sumbawa Barat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan peluang untuk mandiri dan berdaya,” ujarnya. Kamis (27/11/2025).
Ferial mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, anak yatim piatu, dan lansia. “Pemerintah tidak akan membiarkan mereka berjuang sendiri. Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, wajib hadir untuk membantu dan memberdayakan,” tegasnya.
Melalui Kartu KSB Maju Sosial, penyandang disabilitas menerima santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan, serta berhak mendapatkan bantuan modal usaha dan alat bantu sesuai kebutuhan masing-masing. “Kami ingin agar mereka tidak hanya menerima bantuan tunai, tapi juga punya kemampuan untuk berusaha dan meningkatkan taraf hidupnya,” terang Ferial.
Saat ini, Dinas Sosial KSB menyiapkan anggaran lebih dari Rp 5 miliar untuk mendukung program ini, dengan total 1.292 jiwa penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat. Dana tersebut disalurkan secara bertahap setiap bulan, dan kini sedang dilakukan verifikasi data tahap ketiga untuk memastikan ketepatan sasaran penerima.
Selain bantuan finansial, pemerintah juga menyalurkan alat bantu khusus bagi penyandang disabilitas fisik, seperti tangan dan kaki palsu, kursi roda, serta alat bantu dengar. Menurut Ferial, intervensi semacam ini sangat penting untuk membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. “Kita ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan memberi dampak langsung,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Dinas Sosial mengerahkan 21 orang pendamping sosial dan PKH untuk mendampingi para penyandang disabilitas. Mereka bertugas melakukan pendataan, pemantauan, serta memberikan bimbingan agar penerima manfaat dapat lebih produktif. “Pendamping ini menjadi ujung tombak kami dalam memastikan bahwa bantuan sampai tepat sasaran dan mendorong penerima untuk berkembang,” kata Ferial.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang penyandang disabilitas bukan sebagai beban sosial, melainkan sebagai potensi yang perlu diberdayakan. “Bagi kami, isu disabilitas bukan hanya soal keterbatasan fisik, tapi bagaimana mengangkat mereka agar sejajar dan bisa produktif seperti masyarakat lainnya,” ujar Ferial dengan optimis.
Lebih jauh, program ini tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi dan sosial. Pemerintah berupaya mendorong penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan serta usaha kecil agar mereka bisa lepas dari ketergantungan terhadap bantuan. “Kita ingin mereka bisa berdiri sendiri, punya penghasilan, dan menjadi inspirasi bagi yang lain,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Ferial menyampaikan bahwa program Kartu KSB Maju Sosial merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan sosial. “Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen penuh menjadikan semua warga, termasuk penyandang disabilitas, sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. Mereka punya hak yang sama untuk sejahtera dan berkontribusi,” tutup Ferial. (Hen).
.png)
.jpeg)