Sumbawa Barat — Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar rapat koordinasi (Rakor) guna mempercepat pelaksanaan program Pariwisata Kerakyatan tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan pembangunan infrastruktur pendukung berjalan optimal.
Rakor yang dilaksanakan pada Kamis (26/3/2026) tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ). Kehadiran lintas instansi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi serta reviu terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, khususnya yang berkaitan dengan Proyek Strategis Daerah (PSD) di sektor pariwisata. Hal ini dinilai penting guna mendukung kelancaran program prioritas pemerintah daerah.
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman, menyampaikan bahwa Rakor ini menjadi momentum untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi.
“Melalui Rakor ini, kami berharap proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar, transparan, dan akuntabel, serta tetap efektif dan efisien,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelancaran proses pengadaan menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan.
Diketahui, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pembangunan fasilitas pendukung Pariwisata Kerakyatan yang berlokasi di Kecamatan Brang Ene.
Salah satu proyek utama yang akan dibangun adalah lintasan jogging track sepanjang 5 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi empat desa, yakni Desa Menemeng, Desa Mura, Desa Kalimantong, hingga berakhir di Desa Mujahidin.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menargetkan pembangunan infrastruktur tersebut dapat rampung pada Oktober 2026. Dengan demikian, fasilitas tersebut dapat diresmikan pada 20 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.
Menanggapi target tersebut, Nurdin Rahman memastikan pihaknya akan mengawal proses pembangunan agar selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
Menurutnya, prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek, mengingat infrastruktur yang dibangun akan digunakan dalam jangka panjang sebagai penunjang program unggulan daerah.
“Setiap infrastruktur yang dibangun harus kita pastikan kualitasnya, karena akan dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya. (Hen).

