‎Reses II DPRD KSB, Andi Laweng Serap Aspirasi Ratusan Kader Muda PKB di Taliwang ‎

Taliwang, Sumbawa Barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Andi Laweng, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Taliwang, Senin (09/03/2026).

‎Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting bagi legislator yang juga dikenal sebagai praktisi hukum itu untuk bertemu langsung dengan masyarakat serta kader muda PKB yang ada di wilayah Kecamatan Taliwang.

‎Dalam kegiatan yang digelar di Kantor DPC PKB Kabupaten Sumbawa Barat tersebut, Andi Laweng berdialog dengan ratusan kader muda partai dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari basis dukungan PKB di daerah tersebut.

‎Melalui kegiatan reses ini, Andi Laweng menegaskan bahwa dirinya ingin memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terserap dan menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas program pemerintah daerah yang telah berjalan.

‎Ia juga menekankan pentingnya komunikasi langsung antara wakil rakyat dengan masyarakat agar berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Kecamatan Taliwang dapat diketahui secara nyata.

Dalam sambutannya, Andi Laweng turut menyampaikan transparansi kepada masyarakat terkait janji politik yang pernah ia sampaikan kepada warga di Dapil I Taliwang.

‎Menurutnya, komitmen politik yang pernah ia janjikan bukan sekadar retorika, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

‎“Tentu janji politik yang pernah saya sampaikan sudah terealisasi sebagian besar. Saat ini beberapa program sudah menyentuh angka sekitar 70 persen realisasi,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut akan terus dikawal hingga selesai agar benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Taliwang.

‎Selain membahas pembangunan daerah, Andi Laweng juga menyoroti peran generasi muda dalam dunia politik yang menurutnya masih perlu ditingkatkan.

‎Ia menilai masih ada sebagian pemuda di Kecamatan Taliwang yang cenderung apatis terhadap politik, padahal politik merupakan instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan daerah.

‎“Politik bukan sesuatu yang harus dijauhi oleh anak muda. Justru melalui politik kita bisa menentukan kebijakan yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda,” katanya.

‎Untuk itu, ia berencana mengadakan pelatihan khusus bagi kader PKB yang telah terdaftar di desa-desa se-Kecamatan Taliwang guna meningkatkan kapasitas dan pemahaman politik mereka.

‎“Kita ingin kader PKB bukan hanya sekadar nama. Mereka harus memiliki kapasitas, pemahaman politik yang matang, serta mampu menjadi penggerak ekonomi dan sosial di desa masing-masing,” jelasnya.

‎Dalam sesi dialog, sejumlah kader muda juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan dan penguatan peran pemuda di desa.

‎Salah satunya disampaikan oleh Rizki, perwakilan kader muda PKB dari Desa Kertasari, yang mengusulkan penguatan kelembagaan kepemudaan melalui pembangunan sekretariat bersama bagi Karang Taruna dan organisasi kepemudaan desa.

‎Selain itu, pemuda Desa Kertasari juga mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi sarana penunjang objek wisata laut, khususnya pengadaan mesin Banana Boat.

‎Menurut Rizki, keberadaan fasilitas wisata tersebut sangat penting untuk mendukung pengelolaan potensi wisata laut di wilayah Kertasari yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

‎“Kami ingin pemuda memiliki pusat aktivitas yang jelas dan dukungan fasilitas wisata seperti Banana Boat. Ini penting agar potensi laut Kertasari bisa dikelola maksimal oleh warga lokal untuk membangun ekonomi desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Masyarakat juga mengharapkan kemantapan infrastruktur di beberapa wilayah seperti drainase kelurahan bugis, arken dan batu putih yang masih belum terbangun dan masih tergenang pada musim hujan sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat, tingginya angka DBD dan malaria serta penyakit lainnya pada wilayah-wilayah tersebut.

‎Andi Laweng menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dan kader muda dalam kegiatan reses tersebut akan dicatat dan dihimpun secara resmi.

‎Aspirasi tersebut nantinya akan disusun dalam laporan resmi fraksi untuk kemudian disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.

‎Laporan itu selanjutnya akan menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah.

‎Pokok-pokok pikiran tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumbawa Barat sebagai bagian dari program pembangunan daerah ke depan. (Jul).