Saddam Husen Soroti MBG Desa Bonder Diduga Mandek, Anggaran Hampir Rp96 Juta/Bulan, Ratusan Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Tak Pernah Terima Bantuan

Lombok Tengah, 11 Maret 2026 — Koordinator Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat NTB (APPM-NTB), Saddam Husen, menyoroti dugaan mandeknya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Program prioritas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut diduga tidak pernah menjangkau kelompok penerima manfaat 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan kader posyandu di 10 dusun Desa Bonder, sejak program MBG berjalan hingga saat ini posyandu tidak pernah menerima distribusi makanan bergizi. Kader mengaku hanya pernah didata beberapa kali, namun bantuan tidak pernah disalurkan.

Saddam mengungkapkan, jumlah penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita diperkirakan sekitar 565 orang. Jika dihitung berdasarkan porsi anggaran program, nilainya mencapai sekitar Rp95.808.000 per bulan, namun hingga kini bantuan tersebut diduga tidak pernah diterima oleh masyarakat.

“Ini menjadi pertanyaan besar, karena anggaran hampir Rp96 juta per bulan seharusnya disalurkan kepada kelompok 3B, tetapi faktanya ibu hamil, ibu menyusui dan balita di Desa Bonder tidak pernah menerima bantuan tersebut,” tegas Saddam Husen.

Padahal dalam SK BGN Nomor 401.1 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Program MBG, kelompok 3B merupakan penerima manfaat prioritas yang wajib mendapatkan distribusi makanan bergizi.

APPM-NTB menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan tanggung jawab antara Korcam, Kepala SPPG, serta Yayasan/Mitra dalam menjalankan program tersebut.

“Kami mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi NTB segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mencopot Korcam serta Kepala SPPG MBG Desa Bonder yang diduga lalai menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Selain itu, APPM-NTB juga meminta Yayasan atau Mitra pelaksana segera mengakomodir seluruh penerima manfaat 3B di 10 dusun Desa Bonder, agar program MBG benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini tidak boleh hanya fokus pada siswa sekolah. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah kelompok penting dalam upaya menekan angka stunting, sehingga mereka harus menjadi prioritas utama,” tutup Saddam. (S).