‎Satpol PP KSB Gelar Operasi Penertiban Pedagang Petasan Selama Ramadhan ‎1447 H

Taliwang, Sumbawa Barat – Dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Operasi Penertiban Pedagang Petasan pada 2 Maret 2026. Operasi ini dilaksanakan secara gabungan bersama unsur TNI dan Polri.

‎Kegiatan tersebut difokuskan pada penyitaan petasan dan kembang api yang dinilai berbahaya serta berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan, penggunaan petasan juga dapat memicu kebakaran dan kecelakaan, terutama di kawasan padat penduduk dan jalur lalu lintas.

‎Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa Barat, H. Syarifuddin, S.Pd., menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk menjaga ketenteraman umum selama Ramadhan.

‎“Kami melaksanakan penertiban ini sebagai bentuk tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Ramadhan harus diisi dengan kegiatan ibadah yang khusyuk, bukan dengan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bahaya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan di lapangan, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Para pedagang diberikan pemahaman terkait risiko serta aturan yang melarang peredaran petasan berbahaya.

‎“Kami tidak serta-merta melakukan tindakan represif. Pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas, agar masyarakat memahami bahwa ini demi keselamatan bersama,” jelas H. Syarifuddin.

‎Ia juga menambahkan bahwa sinergi bersama TNI dan Polri menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan stabilitas keamanan daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar penertiban berjalan efektif dan terkoordinasi.

Selain penertiban pedagang, Satpol PP KSB juga akan melaksanakan patroli malam secara rutin. Patroli tersebut menyasar anak-anak maupun remaja yang kedapatan membunyikan petasan di lingkungan permukiman.

‎“Kami akan melakukan penyisiran dan patroli malam untuk mencegah gangguan ketertiban umum. Kami juga mengimbau orang tua agar turut mengawasi anak-anaknya,” tambahnya.

‎Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan serta menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Sumbawa Barat.

‎Di akhir keterangannya, H. Syarifuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas ibadah, bukan justru menimbulkan keresahan,” pungkasnya. (Hen).