Taliwang, Sumbawa Barat– Keluarga besar SMKN 1 Taliwang menggelar kegiatan peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Musholla SMKN 1 Taliwang ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pimpinan sekolah, dewan guru, staf tata usaha, perwakilan Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri, Kepala Desa Banjar, orang tua siswa, hingga para peserta didik.
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual serta mempererat tali silaturahmi antar seluruh warga sekolah di bulan suci Ramadan 1447 H.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini mengusung tema Al-Qur’an sebagai Pedoman, Akhlak sebagai Cerminan.” Tema ini diangkat sebagai upaya memperkuat fondasi spiritual sekaligus membentuk karakter seluruh warga sekolah agar tetap berpegang pada nilai-nilai moral dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan dimulai sebelum waktu berbuka puasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius di lingkungan sekolah. Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga waktu berbuka tiba.
Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan informasi. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan kejuruan yang menjadi fokus pendidikan di SMK harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan moral yang kuat.
“Penguasaan teknologi dan keterampilan sangat penting bagi siswa SMK, namun hal tersebut harus diimbangi dengan akhlak yang baik. Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas,” ujar Muhammad Nasir.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di lingkungan pendidikan merupakan bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, serta terbebas dari pengaruh paham radikalisme.
Sementara itu, Sekretaris Komite SMKN 1 Taliwang, H. Muhammad Yames, M.P, dalam penyampaiannya mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa menjaga ketenangan hati dan mengelola emosi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kedamaian dalam kehidupan sosial tidak hanya datang dari lingkungan luar, tetapi juga lahir dari hati yang mampu memahami kondisi orang lain.
“Jika kita mampu memahami keadaan sesama, maka ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat akan tercipta. Inilah makna silaturahmi yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, pihak sekolah juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pergaulan remaja, khususnya dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba. Sebagai langkah preventif, SMKN 1 Taliwang menginisiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah, orang tua, dan siswa.
"Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih dari pengaruh narkoba serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda," tukasnya.
Perwakilan Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri, IPDA Sumardiansyah, dalam penyampaiannya juga mengingatkan tentang ancaman penyebaran paham radikal yang kini banyak terjadi melalui media sosial.
Ia menjelaskan bahwa penyebaran paham radikalisme saat ini tidak lagi memandang usia, bahkan anak-anak pun dapat menjadi sasaran melalui berbagai platform digital.
“Kami pernah menemukan kasus seorang anak yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar telah terpapar paham radikal melalui grup media sosial. Ini menjadi peringatan bagi kita semua, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas digital anak-anak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penindakan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, aparat keamanan, serta orang tua sangat dibutuhkan untuk menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Puncak acara ditutup dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh M. Ridwan AB, S.Ag., M.M.Inov, yang mengajak seluruh hadirin untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah dan berbuka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara pihak sekolah, aparat keamanan, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.
Sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, SMKN 1 Taliwang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki karakter kuat serta terbebas dari pengaruh narkoba dan paham radikalisme. (Jul).
.png)



