SMKN 1 Taliwang Siap Ikuti Workshop Samurai Paint, Kepala Sekolah Optimistis Siswa Mampu Bersaing

Taliwang, Sumbawa Barat -- SMKN 1 Taliwang menyatakan kesiapan penuh dalam mengikuti event workshop Samurai Paint for Students yang diselenggarakan oleh PT. Samurai Kurobushi Indonesia. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6–8 April 2026 di SMKN 1 Manggelewa, Kabupaten Dompu, dan akan diikuti oleh seluruh SMKN se-Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang penting dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya di bidang pengecatan dan kreativitas desain. Ia menyebutkan bahwa event ini bukan sekadar lomba, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi siswa-siswa berbakat.

“Program ini sangat positif karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan keterampilan mereka. Di sini juga dilakukan seleksi untuk mencari bibit-bibit unggul yang nantinya bisa bersaing di tingkat lebih tinggi,” ujar Muhammad Nasir kepada media, Kamis (02/04/2026).

Menurutnya, PT. Samurai Kurobushi Indonesia secara rutin setiap tahun mengadakan pelatihan ke sekolah-sekolah. Selain itu, mereka juga menyelenggarakan lomba sebagai ajang seleksi antar daerah yang melibatkan berbagai sekolah kejuruan.

“Kegiatan ini memiliki tahapan berjenjang, di mana peserta yang lolos di tingkat daerah akan melaju ke tingkat nasional. Untuk tahun ini, pelaksanaan masih berada di tingkat provinsi dengan lokasi kegiatan di Manggelewa,” ungkapnya.

Tidak hanya siswa, para guru juga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Dalam workshop tersebut, guru akan mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikat resmi dari PT. Samurai Kurobushi Indonesia yang nantinya dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Dengan adanya sertifikasi ini, guru bisa langsung mentransfer ilmu kepada siswa. Jadi tidak perlu menunggu event lagi untuk belajar, karena sudah bisa diterapkan di sekolah,” jelasnya.

(Foto : Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd.)

Sebagai bentuk kesiapan, SMKN 1 Taliwang sebelumnya telah mengikuti pendampingan dan workshop yang dilaksanakan di sekolah. Kegiatan tersebut meliputi dua agenda utama, yaitu pendampingan bagi siswa yang akan mengikuti lomba dan pelatihan dasar pengecatan.

Dalam pelatihan tersebut, siswa diberikan media berupa helm untuk didesain sesuai dengan kreativitas masing-masing. Setiap siswa mendapatkan satu helm sebagai sarana menuangkan ide dan gagasan.

Seluruh bahan pengecatan disediakan oleh pihak PT. Samurai Kurobushi Indonesia, mulai dari epoxy, cat, hingga cairan pembersih dan clear. Sementara pihak sekolah hanya menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat dan perlengkapan dasar.

Untuk mengikuti lomba, SMKN 1 Taliwang akan mengirimkan tiga siswa yang akan bekerja dalam satu tim mengerjakan satu unit motor. Adapun siswa yang akan mewakili sekolah adalah Wahyu Saputra, Toni Saputra, dan Sariluddin. Sementara guru pendamping sekaligus peserta sertifikasi adalah Abdul Hifzan, S.T., M.M.Inov dan Muhammad Tohir, S.Pd., M.M.Inov.

Muhammad Nasir mengungkapkan bahwa peluang meraih juara masih terbuka lebar. Pasalnya, berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara, kemampuan dasar peserta dari berbagai sekolah relatif sama.

“Semua peserta sudah dibekali pelatihan dasar, jadi yang menentukan nanti adalah kreativitas dan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide,” katanya.

Ia berharap para siswa dapat memberikan hasil terbaik dan mampu mengharumkan nama sekolah dalam ajang tersebut. Selain itu, keberhasilan dalam kompetisi ini juga membuka peluang kerja sama dengan pihak Samurai melalui penandatanganan MoU.

Melalui kerja sama tersebut, pembelajaran pengecatan dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Bahkan, pihak perusahaan juga akan membantu menyediakan bahan pendukung seperti epoxy dan clear untuk kebutuhan praktik siswa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam penilaian lomba terdapat empat aspek utama yang harus diperhatikan, yaitu kerapian, kesesuaian tema, kreativitas, dan kombinasi warna.

Kerapian menjadi poin penting karena hasil akhir sangat dipengaruhi oleh proses awal. Oleh karena itu, siswa harus benar-benar memahami tahapan kerja dari dasar hingga finishing.

Selain itu, tema yang diangkat harus memiliki keterkaitan kuat dengan hasil yang ditampilkan. Kreativitas dalam mengembangkan ide serta kemampuan mengombinasikan warna juga menjadi faktor penentu dalam penilaian.

Ditempat yang sama, Awaluddin, S.Pd selaku pengawas pembina SMKN 1 Taliwang menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya pada hasil lomba, tetapi pada proses pembelajaran itu sendiri.

“Kami lebih menekankan pada edukasi. Harapannya, siswa tidak hanya mampu mengikuti lomba, tetapi juga bisa mengembangkan keterampilannya menjadi peluang usaha di masa depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mendorong siswa menjadi lebih mandiri, bahkan mampu membuka usaha sendiri di bidang pengecatan.

Selain aspek teknis, sekolah juga menanamkan nilai-nilai soft skill kepada siswa, seperti kerja sama tim, disiplin, tanggung jawab, serta etika dalam bekerja.

Siswa diajarkan untuk menjaga alat, bekerja secara tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan kerja. Hal ini dianggap penting sebagai bekal ketika mereka terjun ke dunia industri.

Setiap kegiatan yang dilakukan juga selalu diakhiri dengan evaluasi, sehingga siswa dapat memahami kekurangan dan terus melakukan perbaikan.

“Memang dalam prosesnya masih ada kekurangan, tetapi itu hal yang wajar. Dengan latihan dan pembinaan yang berkelanjutan, kami yakin siswa akan semakin berkembang,” Pungkasnya. (Hen).