CK Diduga Sumber Anggaran Aksi Demontrasi Penutupan Amman Mineral

"Mungkinkah CK oknum pemodal kuat yang mendesain dan membiayai semua ini? Berikut fakta yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber?"

Siapa yang tak kenal CK, nama familiar itulah nama yang santer disebut sebut dan diduga otak di balik penutupan tambang operasional tambang PT Amman Mineral. CK juga diketahui bersentuhan langsung dengan bisnis pembebasan tanah smelter dan bandara Kiantar yang menjadi tanggung jawab PT Amman Mineral.

Sejumlah fakta muncul dari akun FB maupun story WA kelompok LSM AMANAT Kabupaten Sumbawa Barat ketika aksi di Jakarta yang disambut seperti tamu penting, baik hearing di Komisi VII DPR RI, Komnas HAM, bahkan mereka diterima spesial oleh Ardian Napitu Pulu wakil ketua Komisi VII dari Fraksi PDIP di Rumah Dinas DPR-RI.

Aksi kelompok LSM AMANAT KSB di Jakarta untuk menentang keberadaan PT AMNT dan ingin menghentikan operasional PT AMNT dilakukan secara masif menimbulkan banyak pertanyaan karena membutuhkan akomodasi dan transportasi cukup besar serta akses mereka ke beberapa lembaga/kementerian yang begitu mulus seperti skenario film yang sudah tersusun rapih.

Mungkin sebagian orang banyak yang sudah mengetahui, selama masa pembebasan lahan Smelter PT AMNT ada oknum berinisial CK yang tak lain mitra PT AMNT yang cukup berkuasa dan sangat menentukan keputusan-keputusan strategis terkait pembebasan lahan smelter PT AMNT selama ini, bahkan oknum ini tidak segan-segan menggunakan berbagai kekuatan untuk menekan masyarakat pemilik lahan yang tidak mau lahannya digunakan untuk smelter PT AMNT.

Banyaknya persoalan yang merugikan masyarakat tersebut ternyata menjadi perhatian Manajemen dan Pemegang saham PT AMNT dan PT AMNT menghentikan kemitraan dgn oknum CK. Namun oknum CK ini tidak menerima keputusan PT AMNT ini, berbagai upaya dilakukan oleh CK agar tetap bisa memegang otoritas pembebasan lahan, pembangunan infrastruktur smelter dan operasional smelter salah satunya memanfaatkan beberapa orang masyarakat setempat untuk melakukan perlawanan terhadap PT AMNT dengan menyebarkan tuduhan-tuduhan tidak mendasar.

Aksi-aksi yang dilakukan oleh beberapa orang di Jakarta selama ini sepenuhnya di biayai oleh CK, bahkan CK sengaja membangun jaringan dengan anggota-anggota DPR RI sehingga isu terkait dengan operasional PT AMNT dapat menjadi keputusan DPR RI.

Oknum yang terindikasi sebagai Desainer aksi LSM AMANAT bukanlah Tokoh Sumbawa namun oknum jaringan pemilik saham yang sengaja banyak mengambil keuntungan pribadi dari kewenangan yang selama ini diberikan PT AMNT kepadanya, dimana tujuan akhir dari aksi tersebut dapat bermuara pada menggagalkan pembangunan Smelter PT AMNT di wilayah KSB.

"Benarkah ada udang di 'balik batu' atau kepentingan tersembunyi dibalik gerakan yang mendeklair bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara melanggar HAM dan memanipulasi dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR)"?

Ada juga yang menuduh, Amman berbisnis di atas hak masyarakat dengan menjual limbah tembaga dan metal eks tambang atau scrap. Melanggar undang undang tenaga kerja dan lain sebagainya. Mungkin saja itu benar, ada oknum perusahaan yang memainkan manipulasi sedemikian rupa. Sehingga Amman terlihat bodoh dan kejam dimata masyarakat korban tambang. Semuanya sah sah saja.

Tapi isu mulai liar ketika berkembang dan mulai memberangus nilai strategis dari investasi Amman yang merekrut ribuan tenaga kerja, memberikan sumbangsih pendapatan bagi negara, pajak dan pendapatan pekerja serta pertumbuhan ekonomi. Disini kita mulai curiga.? 

Jika benar Amman melanggar dan mengkondisikan itu secara sistemik, tentu ini berbahaya. Tapi mungkinkah Amman tega menjatuhkan pengakuan atau lisensi sosial yang harusnya mereka jaga dengan melakukan langkah konyol begitu.? Tentu tidak mungkin. Pemegang saham Amman akan menghadapi resiko berbahaya dan ancaman kondusifitas yang menghambat investasi mereka sendiri. Benarkah mereka sebodoh itu hingga tak faham resiko.?

Yang paling mungkin, yakni issue yang menyerang dan mengkristalkan bahwa Amman ditutup karena melanggar HAM dan skandal korupsi dana pemberdayaan serta tenaga kerja lokal, diorganisir kepentingan tertentu. Siapa mereka.? Mereka yang selama ini nyaman berbisnis dan mendapat untung besar dari keberadaan AMNT terutama memanfaatkan celah kewajiban perusahaan membangun smelter. Mereka iyalah mafia tanah.

Geng Mafia tanah ini paling dicurigai bermain dibalik serangan dan issue penutupan PT. Amman Mineral sendiri. Sebab, tanah yang mereka bebaskan, di 'Paksa' untuk di beli Amman Mineral dengan harga selangit. Misalnya, mereka beli ke masyarakat otak Kris Rp 5 juta per are, mereka jual Rp 200 juta ke Amman Mineral.

Bagaimana modus mereka melakukan itu, yaitu dengan memanfaatkan oknum pemerintah daerah yang mereka bisa bayar dan kasih fee. Terkadang juga Pemda setempat tidak sadar dimanfaatkan geng Mafia tanah ini yang mencakar dari pusat hingga daerah. Giliran skandal mafia tanah ini diusut, oknum Pemda bisa jadi bumper atau korban.

Aneh saja, Isu atau serangan terhadap PT Amman Mineral ini mulai muncul ketika, Smelter mulai dibangun. Pembebasan lahan masih terus berproses dilakukan, baik di otak Kris dan lain sebagainya termasuk di Kiantar. Jangan jangan, Amman menolak proposal 'mahal' para geng Mafia tanah ini hingga mereka menyusun kekuatan dengan, mengorganisir perlawanan terhadap Amman melalui berbagai issue sensitif tadi. Mereka membiayainya dengan besar dan terencana.

Jadi, sebaiknya pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi Dodo lebih teliti menyikapi berbagai issue kontra produktif yang dibangun oknum geng Mafia tanah di batu hijau ini.

(Sumber : www.reportase7.com)