Lombok Tengah -Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB) menagih janji Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah untuk segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.
Koordinator APPM-NTB, Saddam Husen, menyatakan kekecewaannya karena hingga saat ini hasil uji laboratorium tersebut belum juga diumumkan kepada publik, meskipun sampel makanan sudah diamankan sejak 30 Januari 2026.
Menurutnya, saat kejadian dugaan keracunan di MA Raudatul Jannah Darek, tim surveilans dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah telah mengamankan sejumlah sampel makanan berupa roti, telur, susu, kacang, dan buah rambutan yang dibagikan kepada para siswa dalam program MBG.
Namun hingga 15 Maret 2026, hasil uji laboratorium tersebut belum juga dipublikasikan kepada masyarakat.
“Kami sangat kecewa dengan sikap Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Sampel makanan sudah diamankan sejak 30 Januari, tetapi sampai hari ini hasil uji lab tidak pernah diumumkan. Ada apa sebenarnya?” tegas Saddam Husen.
APPM-NTB bahkan mengindikasikan adanya dugaan permainan oknum yang mencoba menutup-nutupi kasus tersebut.
“Jika hasil uji lab terus ditutup-tutupi, maka publik wajar menduga bahwa kasus dugaan keracunan ini sudah diselesaikan di bawah meja oleh oknum tertentu, baik dari Dinas Kesehatan maupun pihak yayasan atau mitra pelaksana program MBG,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, APPM-NTB mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) RI yang saat ini masih berada di wilayah Lombok untuk turun langsung mengambil alih penanganan kasus dugaan keracunan tersebut.
Selain itu, APPM-NTB juga meminta agar dapur MBG yang terlibat dalam kejadian tersebut ditutup secara permanen apabila terbukti melanggar standar keamanan pangan.
Tidak hanya itu, APPM-NTB juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.
“Kami meminta Polres Lombok Tengah segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius terhadap dugaan kasus keracunan ini. Polisi harus memanggil seluruh pihak yang terlibat, mulai dari suplier bahan makanan, yayasan atau mitra MBG, Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Korwil, Korcam hingga Kepala SPPG,” tegas Saddam.
Menurutnya, kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena telah menimbulkan keresahan di tengah para wali murid.
“Ini bukan sekadar soal program bantuan makanan. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa anak-anak kita sebagai generasi bangsa. Karena itu seluruh prosesnya harus transparan dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tutup Saddam Husen.
Mengaku bahwa dia keracunan ada penyakit bawaan, itupun seharusnya setelah kasih makanannya sudah observasi di pkm, berdasarkan hasil pkm n saya rasa sudah selesai, makanya saya bingung karena itu sudah tutup buku.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Pada Dinas Kesehatan Loteng Putrawangsa saat di tanya soal persoalan di atas melalui WhatsApp nya menulisnya Hasil lab belum keluar. Ditanya kapan keluar, sampai berita ini di muat belum memberikan jawaban.
Sementara pemilik MBG yang bergerak di wilayah Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Loteng Habibullah saat di konfirmasi via WhatsApp menyampaikan sebenarnya kalau pihak BGN tergantung Korwil mau dibawa kemana kakak, Korwil alhamdulillah sahabat saya, tunas no rek silaq paham tiang. Tutupnya
.png)
