Sumbawa Barat – Dalam rangka menjaga keberlanjutan ekosistem perairan sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan kegiatan restocking ikan dengan menebar bibit ikan lokal di sungai Desa Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea pada Sabtu (23/08/2025) pagi.
Kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah kembali stok ikan yang kian menurun akibat penangkapan berlebihan maupun faktor lingkungan. “Restocking merupakan upaya kita untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sungai sekaligus memastikan ketersediaan ikan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan restocking membawa beberapa manfaat strategis. Pertama, pengkayaan stok ikan yang dapat menambah jumlah ikan di sungai. Kedua, meningkatkan populasi ikan agar tetap tersedia untuk konsumsi masyarakat maupun kegiatan perikanan di masa depan.
Selain itu, restocking juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Dengan adanya penebaran bibit ikan, keseimbangan perairan sungai tetap terjaga sehingga lingkungan tetap lestari. “Kita ingin agar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati hasil sungai yang sehat,” tambah Noto.
Dari sisi ekonomi, restocking diyakini memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya nelayan sungai. Dengan meningkatnya populasi ikan, potensi tangkapan di masa mendatang akan lebih besar sehingga bisa menambah pendapatan mereka.
Jenis ikan yang ditebar pada kegiatan kali ini adalah ikan lokal atau endemik, yakni ikan nila. Pemilihan jenis ini disesuaikan dengan kondisi perairan sungai di KSB agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kenapa ikan nila? Karena ikan ini sudah adaptif di perairan kita, mudah berkembang biak, serta memiliki nilai ekonomi yang baik. Jadi manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” terang Noto.
Kegiatan restocking ini juga dikemas sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-80, sehingga selain bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, juga menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga sumber daya alam.
Dinas Perikanan KSB berkomitmen untuk terus melaksanakan program restocking secara berkala. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, produktif, dan menyejahterakan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kelestarian sungai dengan cara tidak menangkap ikan secara berlebihan atau menggunakan alat tangkap yang merusak. Dengan begitu, restocking ini bisa memberikan manfaat jangka panjang,” pungkas Noto. (An).