Menu MBG SDN 1 Taliwang Diprotes Wali Murid, Diduga Ada Apel Busuk

Taliwang, Sumbawa Barat – Keluhan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SDN 1 Taliwang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, mencuat di media sosial. Informasi tersebut dikutip dari grup WhatsApp warga Sumbawa Barat, setelah seorang wali murid bernama Ruslan Bolin menyampaikan protesnya secara terbuka.

Dalam pesan yang beredar, Ruslan Bolin mengunggah foto menu MBG yang diterima siswa. Ia menyertakan keterangan bernada keras yang ditujukan kepada pihak penyedia makanan. “Menu MBG SDN 1 Taliwang … masih ada waktu untuk kalian bertaubat!!!” tulisnya dalam unggahan tersebut. Senin (23/02/2026).

Tak hanya itu, Ruslan juga merinci isi menu yang dibagikan kepada siswa. Ia menyebutkan bahwa paket MBG tersebut berisi kedelai, apel yang disebut dalam kondisi busuk, empat butir kurma, serta kue kering. Ungkapan kekecewaan pun kembali ia sampaikan dengan kalimat tegas.

“Kedelai.. apel busuk, kurma 4 butir dan kue kering…, tutup SPPG yang melayani SDN 01 Taliwang!!” tulisnya dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp warga. Pernyataan tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari anggota grup dan masyarakat yang menerima informasi tersebut.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah. Penyaluran makanan tersebut dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditunjuk untuk melayani sekolah-sekolah tertentu, termasuk SDN 1 Taliwang.

Ruslan Bolin juga mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan menyelidiki persoalan ini. Ia meminta agar pihak berwenang mengusut dugaan ketidaksesuaian menu yang diberikan kepada para siswa, khususnya terkait kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Menurutnya, program yang bertujuan baik untuk mendukung tumbuh kembang anak tidak seharusnya diwarnai dengan persoalan kualitas makanan. Ia berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG yang melayani SDN 1 Taliwang maupun dari pihak sekolah terkait klarifikasi atas keluhan tersebut. Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Sejumlah warga dalam grup WhatsApp tersebut juga meminta agar instansi terkait di Kabupaten Sumbawa Barat segera melakukan pengecekan lapangan. Transparansi dan pengawasan dinilai menjadi kunci agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah dasar. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan kualitas menu MBG yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi dan kelayakan konsumsi. (Hen).