Sumbawa Barat – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui berbagai strategi edukatif. Salah satunya dengan menggandeng media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada publik terkait pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (20/01/2026). Ia menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
Menurut Aku Nur Rahmadin, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menciptakan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Melalui media, pesan-pesan edukatif terkait pemilahan sampah organik dan anorganik dapat tersampaikan secara luas dan mudah dipahami masyarakat. Media memiliki jangkauan yang besar dan pengaruh yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari rumah tangga akan sangat membantu dalam proses pengelolaan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang sehingga bernilai ekonomi.
Lebih lanjut, Aku Nur Rahmadin menambahkan bahwa DLH KSB telah dan akan terus melakukan berbagai program sosialisasi, baik melalui kegiatan langsung di masyarakat maupun melalui publikasi di media massa dan media sosial. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Kesadaran lingkungan tidak bisa dibangun secara instan. Perlu proses, konsistensi, dan kerja sama semua pihak. Media adalah mitra penting dalam menyampaikan pesan-pesan tersebut secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, kebiasaan baik yang dimulai dari rumah akan memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan secara keseluruhan.
DLH Kabupaten Sumbawa Barat juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan insan pers, komunitas lingkungan, serta lembaga pendidikan untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat. Sinergi ini dinilai mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.
Aku Nur Rahmadin berharap, dengan adanya kerja sama antara DLH dan media, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah akan terus meningkat. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
“Jika masyarakat sudah sadar dan mau berperan aktif, maka permasalahan sampah dapat diminimalisir. Lingkungan yang bersih adalah warisan penting bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Hen).
.png)
