Festival Budaya Kertasari Didorong Masuk Kalender Wisata Resmi Daerah

Taliwang, Sumbawa Barat — Festival budaya tahunan di Desa Labuhan Kertasari mulai diarahkan menjadi agenda wisata resmi daerah. Pemerintah desa menilai kegiatan budaya menjadi strategi paling efektif dalam mempromosikan potensi wisata sekaligus mengangkat identitas lokal masyarakat pesisir.

Kepala Desa Labuhan Kertasari, Syarifuddin, mengatakan festival budaya tidak hanya menampilkan kesenian daerah, tetapi juga menjadi ruang promosi produk UMKM masyarakat desa.

“Kegiatan festival selama ini mampu menjadi wadah pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh adat, pelaku seni, hingga pelaku usaha lokal yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya. Kamis (22/01/2026).

Ia menilai kekuatan budaya lokal menjadi daya tarik wisata yang tidak dimiliki daerah lain. Keunikan tradisi dan seni masyarakat pesisir dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan.

“Selain mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, festival budaya juga dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil, terutama pelaku usaha mikro dan pedagang local,” jelasnya.

Stand UMKM menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak langsung dari kegiatan festival, karena mampu meningkatkan penjualan produk lokal selama kegiatan berlangsung.

“Pemerintah desa menargetkan festival budaya Kertasari dapat menarik wisatawan luar daerah setiap tahun, sehingga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan agar festival budaya Kertasari dapat masuk dalam kalender wisata resmi daerah dan mendapatkan dukungan promosi yang lebih luas.

“Selain itu, promosi digital dan pemanfaatan media sosial akan menjadi fokus utama dalam strategi promosi festival ke depan, guna menjangkau wisatawan lebih luas,” tegasnya.

Pemerintah desa berharap festival budaya mampu menjadi identitas wisata khas wilayah pesisir barat Sumbawa sekaligus memperkuat citra Kertasari sebagai desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Dengan pengelolaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, kami yakini festival budaya Kertasari mampu menjadi agenda wisata unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (Hen).