Disdikbud KSB Sosialisasikan Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Taliwang, Sumbawa Barat – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah pada Satuan PAUD.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 21 April 2026 di Ruang Rapat Gili Paserang, Gedung Setda Kabupaten Sumbawa Barat, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini.

Sosialisasi ini dihadiri berbagai pihak terkait mulai dari tenaga pendidik PAUD, pemerintah kecamatan dan desa, hingga unsur Bunda PAUD yang memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., MM mengatakan bahwa program wajib belajar satu tahun pra sekolah menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Pendidikan pra sekolah bukan sekadar program formal, tetapi menjadi fondasi penting dalam membentuk kesiapan anak, baik secara emosional, sosial, maupun akademik,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa masa usia dini merupakan fase emas pertumbuhan anak yang berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan dukungan pendidikan yang tepat dan berkualitas.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses layanan PAUD agar seluruh anak usia 5 hingga 6 tahun di Kabupaten Sumbawa Barat dapat memperoleh pendidikan yang layak sebelum masuk sekolah dasar.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, saat ini tercatat sebanyak 6.301 anak telah mendapatkan layanan pendidikan pada 170 satuan PAUD yang tersebar di berbagai wilayah.

Layanan tersebut juga didukung oleh 284 tenaga pendidik yang terus berupaya memberikan pembelajaran terbaik bagi anak-anak usia dini.

Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperkuat, mulai dari ketersediaan tenaga pendidik hingga peningkatan kualitas sumber daya guru PAUD.

“Kami masih membutuhkan penguatan dari berbagai aspek, termasuk peningkatan kualifikasi guru serta perluasan partisipasi anak agar layanan pendidikan usia dini bisa lebih merata,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program wajib belajar satu tahun pra sekolah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak.

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong kerja sama lintas sektor melalui keterlibatan Bunda PAUD, pemerintah desa dan kecamatan, tenaga pendidik, serta dukungan program KSB Maju dan PIDAR.

Menurut Agus, kolaborasi tersebut sangat penting untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Sumbawa Barat yang tertinggal dari layanan pendidikan usia dini.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung pendidikan anak usia dini demi menciptakan generasi Sumbawa Barat yang lebih siap, cerdas, dan berdaya saing,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi dan advokasi ini, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan pra sekolah semakin meningkat.

"Selain itu, program wajib belajar satu tahun pra sekolah diharapkan mampu menjadi pondasi kuat dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan." pungkasnya. (Hen).