‎Bomber FC Juara Buin Banyu Cup 2026, Tundukkan Binatama FC dalam Final Sarat Gengsi ‎

Brang Ene, Sumbawa Barat – Turnamen sepak bola Buin Banyu Cup 2026 resmi berakhir dengan menghadirkan partai final yang berlangsung sengit dan penuh drama. Pertandingan puncak mempertemukan Bomber FC yang berada di bawah naungan Ir. Armayadi, ST., M.M.Inov melawan Binatama FC di Lapangan Gambo, Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (10/06/2026).

‎Turnamen yang digelar di bawah kepemimpinan Presiden Buin Banyu Cup, Santri Yusmulyadi, ST., yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Dapil II, sukses menyedot perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Sumbawa Barat maupun Kabupaten Sumbawa.

‎Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Bomber FC dan Binatama FC sama-sama menunjukkan kualitas permainan yang membuat pertandingan final berlangsung menarik dan menghibur para pecinta sepak bola.

‎Gol pembuka pertandingan lahir dari kaki pemain andalan Bomber FC, Wisnu, yang mengenakan nomor punggung 5. Berawal dari umpan matang rekannya, Wisnu berhasil mengecoh lini pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan terukur yang merobek jala Binatama FC.

‎Gol tersebut membuat Bomber FC unggul sementara 1-0 dan semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Dukungan suporter yang memadati Lapangan Gambo turut membakar semangat para pemain.

Tertinggal satu gol, Binatama FC mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Tujuh menit setelah kebobolan, Binatama sebenarnya sempat menjebol gawang Bomber FC. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena pemain dinilai berada dalam posisi offside.

‎Pertandingan semakin seru ketika pemain Binatama FC bernomor punggung 14, Mambe, mencoba mencetak gol spektakuler melalui tendangan salto. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang bagian atas sehingga peluang emas tersebut gagal berbuah gol.

‎Tidak lama kemudian, Bomber FC juga hampir menambah keunggulan. Sebuah tendangan keras dari tengah lapangan mengejutkan penjaga gawang Binatama FC. Namun lagi-lagi mistar gawang menjadi penyelamat sehingga skor tetap bertahan 1-0.

‎Drama kembali terjadi saat Binatama FC mendapatkan hadiah tendangan penalti. Kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan terbuka lebar. Akan tetapi, eksekutor Binatama gagal menjalankan tugasnya dengan baik setelah tendangannya berhasil diblok oleh penjaga gawang Bomber FC yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.

‎Adu serangan terus terjadi hingga akhir babak pertama. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang, namun skor 1-0 untuk keunggulan Bomber FC bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Binatama FC langsung tampil agresif. Hasilnya tidak membutuhkan waktu lama. Berawal dari umpan lambung yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Eki, Binatama FC akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

‎Gol tersebut membuat pertandingan semakin hidup. Kedua tim saling menyerang dan berusaha mencetak gol kemenangan. Bomber FC bahkan sempat memperoleh peluang emas melalui pemain nomor punggung 9 yang berhasil mengecoh penjaga gawang lawan, namun penyelesaian akhirnya belum mampu menghasilkan gol.

‎Saat pertandingan memasuki fase krusial, Wisnu kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kunci Bomber FC. Memanfaatkan umpan akurat dari Kornel, Wisnu melepaskan sundulan maut yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Binatama FC. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Bomber FC.

‎Keunggulan tersebut semakin meningkatkan moral para pemain Bomber FC. Tidak berselang lama, umpan silang yang dikirim ke kotak penalti berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh pemain nomor punggung 18 untuk mencetak gol ketiga bagi Bomber FC.

‎Meski tertinggal dua gol, Binatama FC tidak menyerah begitu saja. Serangan demi serangan terus dilancarkan sepanjang babak kedua. Namun kokohnya lini pertahanan Bomber FC serta penampilan impresif sang penjaga gawang membuat berbagai peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Memasuki masa injury time yang diberikan wasit selama empat menit, Bomber FC mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor akhir 3-1 memastikan Bomber FC keluar sebagai juara Turnamen Sepak Bola Buin Banyu Cup 2026.

‎Selain gelar juara, Bomber FC juga mendominasi penghargaan individu. Wisnu dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen berkat penampilan gemilangnya sepanjang kompetisi, termasuk dua gol penting yang dicetaknya pada partai final.

‎Sementara itu, penghargaan penjaga gawang terbaik diraih oleh Satrio dari Bomber FC. Penampilan heroiknya, termasuk menggagalkan tendangan penalti pada laga final, menjadi faktor penting keberhasilan timnya meraih trofi juara.

‎Meski gagal menjadi juara, Binatama FC tetap pulang dengan kebanggaan tersendiri. Penyerang mereka bernomor punggung 19 berhasil meraih gelar top skor turnamen setelah mencetak total 14 gol sepanjang kompetisi berlangsung.

‎Pada penyerahan hadiah, juara ketiga bersama diraih oleh Klotek FC dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Bandara FC dari Kabupaten Sumbawa yang masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Sementara Binatama FC sebagai runner-up mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp30 juta.

Adapun Bomber FC sebagai juara Turnamen Sepak Bola Buin Banyu Cup 2026 berhak membawa pulang trofi juara sekaligus uang pembinaan sebesar Rp40 juta.

‎Kesuksesan penyelenggaraan Buin Banyu Cup 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Askab PSSI Sumbawa Barat, PT Amman Mineral, Bank NTB Syariah, hingga Pemerintah Desa Mura. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan olahraga sepak bola serta mencetak bibit-bibit atlet potensial di Kabupaten Sumbawa Barat dan Nusa Tenggara Barat secara umum.

‎Di bawah kepemimpinan Santri Yusmulyadi, ST., Buin Banyu Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, serta membangkitkan gairah sepak bola masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat. Turnamen ini diharapkan terus menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan pemain-pemain berbakat untuk mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (Hen).