Brang Rea, Sumbawa Barat -- Dalam rangka memeriahkan Hari Lahir Desa Seminar Salit tahun 2026, Pemerintah Desa Seminar Salit menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah lomba karapan kerbau yang sarat dengan nilai tradisi dan budaya lokal.
Kegiatan karapan kerbau ini dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, bertempat di Lang Tiu Baru, Dusun Salit, Desa Seminar Salit. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai representatif dan mampu menampung antusiasme masyarakat yang diperkirakan akan membludak.
Ketua panitia karapan kerbau, Ondet yang juga dikenal sebagai Juki Kerbau Putra Bhayangkara, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan secara maksimal. Ia memastikan bahwa seluruh kebutuhan teknis maupun non-teknis telah disiapkan dengan matang.
Menurut Ondet, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Karapan kerbau dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi warga, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta yang akan berlaga. Hadiah tersebut diharapkan dapat menambah semangat para peserta untuk berkompetisi secara sportif.
“Hadiah yang kami siapkan antara lain 5 ekor sapi, 15 unit mesin cuci, 20 buah kasur lipat, 110 lembar sarung, serta 5 buah kasur spons. Hadiah-hadiah ini merupakan bentuk apresiasi panitia kepada para peserta yang berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan ini,” jelasnya saat diwawancarai media, Rabu (15/04/2026).
Lebih lanjut, Ondet menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Desa Seminar Salit yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Dukungan tersebut dinilai sangat penting dalam menyukseskan acara.
“Saya juga mengapresiasi peran serta masyarakat yang turut membantu, baik dalam bentuk tenaga dan pikiran. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar seperti ini,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Seminar Salit, Khairuddin, S.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan karapan kerbau merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam menghidupkan kembali tradisi lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga pencinta karapan kerbau.
“Peringatan Hari Lahir Desa bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan yang digelar selalu mengedepankan nilai budaya dan partisipasi warga,” tegasnya.
Khairuddin juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Dengan adanya keramaian, pelaku usaha kecil di sekitar lokasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Hal ini penting agar acara dapat berjalan lancar dan memberikan kesan yang baik bagi semua pihak,” harapnya.
Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan berbasis budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan. Pelestarian budaya dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan adanya kegiatan karapan kerbau ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai tradisi daerahnya. Hal ini menjadi penting agar budaya lokal tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini pun diperkirakan sangat tinggi. Karapan kerbau tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ajang kebanggaan bagi para pemilik kerbau yang ikut berlaga,” pungkasnya. (Hen).



