Kelangkaan Minyak Goreng Kemasan di KSB, Distribusi dari Sumbawa Terhenti

Taliwang, Sumbawa Barat – Kelangkaan minyak goreng kemasan terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng jenis kemasan yang selama ini menjadi pilihan utama untuk kebutuhan rumah tangga.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) KSB, Suryaman, membenarkan adanya kelangkaan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan.

“Memang benar, kami sudah turun memantau. Untuk minyak goreng kemasan stoknya habis di sejumlah pedagang,” ujar Suryaman saat dikonfirmasi. Jum'at (03/04/2026).

Menurutnya, penyebab utama kelangkaan ini bukan karena lonjakan permintaan, melainkan terhentinya pasokan dari daerah pemasok. Selama ini, sebagian besar pedagang di KSB bergantung pada distribusi minyak goreng dari wilayah Sumbawa.

“Hampir semua pedagang di KSB mengambil barang dari Sumbawa. Namun saat ini, pemasok dari sana tidak melakukan pengiriman,” jelasnya.

Pihak Koperindag KSB mengaku masih menelusuri penyebab terhentinya distribusi tersebut. Hingga kini, belum diketahui secara pasti alasan para pemasok menghentikan pengiriman minyak goreng ke wilayah KSB.

“Kami sedang mencari tahu apa penyebabnya, apakah karena kendala distribusi atau faktor lainnya,” tambah Suryaman.

Kelangkaan ini khusus terjadi pada minyak goreng kemasan, baik jenis premium maupun bersubsidi. Sementara itu, minyak goreng curah masih relatif mudah ditemukan di pasar tradisional dan tetap menjadi alternatif bagi masyarakat.

Meski demikian, kondisi ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama ibu rumah tangga yang lebih memilih minyak goreng kemasan karena dinilai lebih praktis dan higienis.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Koperindag berupaya segera mengatasi kelangkaan dengan mendatangkan pasokan baru. Suryaman menyebutkan, dalam waktu dekat akan ada pengiriman minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Hari ini ada pengiriman sekitar dua ratusan dus MinyaKita ke KSB. Mudah-mudahan ini bisa membantu menstabilkan ketersediaan di pasaran,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap toko-toko modern dapat kembali menyediakan minyak goreng kemasan jenis premium yang cukup diminati oleh masyarakat.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan distribusi dan memastikan harga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak memberatkan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan pengawasan agar stok kembali normal dan harga tetap stabil,” tegas Suryaman. (Hen).