‎DENSUS 88 dan DP2KBP3A Sumbawa Sosialisasikan Sekolah Ramah Anak di SDN 7 Sumbawa

Sumbawa Besar – Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan sosialisasi Komitmen Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Aman, Nyaman, Bebas Kekerasan dan Bullying di SDN 7 Sumbawa, Sabtu (30/05/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA tersebut diikuti sekitar 300 siswa SDN 7 Sumbawa. Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua terkait pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan (bullying).

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN 7 Sumbawa, Ermayanti, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Harti Hartati, Korwil Bidang Pendidikan Kabupaten Sumbawa Mustakim, serta sejumlah tamu undangan dan insan media.

Kepala SDN 7 Sumbawa, Ermayanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 dan DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa yang telah memilih SDN 7 Sumbawa sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

‎Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa terkait dampak negatif dari berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa edukasi dan upaya pencegahan harus terus dilakukan agar tercipta suasana belajar yang kondusif bagi seluruh peserta didik.

‎Ermayanti juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah saat ini memberikan perhatian khusus terhadap persoalan perilaku siswa. Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, terdapat sekitar 37 kasus siswa yang memerlukan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut.

‎“Hal ini menjadi perhatian kami untuk terus memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menciptakan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan bullying,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Harti Hartati, menjelaskan berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak.

‎Dalam materinya, Harti Hartati memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, baik bullying verbal melalui ejekan maupun bullying fisik yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan mental dan psikologis anak.

‎Ia juga mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun korban bullying. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang menarik melalui lagu, yel-yel, dan permainan edukatif sehingga mudah dipahami dan diingat oleh para siswa.

Di kesempatan yang sama, Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap munculnya paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme di kalangan anak-anak dan remaja.

‎Tim menjelaskan bahwa saat ini penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme (IRE) serta kekerasan nihilistik tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga mulai menjangkau kalangan anak-anak melalui media sosial dan permainan daring (online game).

‎Karena itu, Tim Cegah Satgaswil NTB mengimbau para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengurangi aktivitas bermain game secara berlebihan. Sebaliknya, siswa didorong untuk lebih fokus belajar, menjaga hubungan baik dengan teman, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kekerasan dan perundungan.

Selain itu, pihak sekolah dan orang tua juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak, terutama yang pernah terlibat dalam kasus kekerasan maupun pelanggaran disiplin, sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara maksimal.

‎Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa. Mereka terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh narasumber, terutama saat materi dikemas dalam bentuk interaktif dan menyenangkan.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta komitmen bersama antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan bullying.

‎Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi Komitmen Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Aman, Nyaman, Bebas Kekerasan dan Bullying di SDN 7 Sumbawa berjalan dengan lancar, tertib, dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang berkarakter, toleran, dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan mereka. (Hen).