‎SMKN 1 Taliwang Berkurban Dua Ekor Sapi, Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial kepada Siswa ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, SMK Negeri 1 Taliwang melaksanakan kegiatan kurban dengan menyembelih dua ekor sapi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran karakter bagi siswa sekaligus wujud kepedulian sosial keluarga besar sekolah terhadap sesama.

‎Pelaksanaan kurban berlangsung di lingkungan SMKN 1 Taliwang dengan melibatkan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat sejak proses persiapan hingga pendistribusian daging kurban. Sabtu (30/05/2026).

‎Salah satu guru Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (JKT) SMKN 1 Taliwang, Agung Hariadi, menjelaskan bahwa dua ekor sapi yang dikurbankan tahun ini berasal dari sumber yang berbeda.

Menurutnya, satu ekor sapi merupakan hewan kurban dari tujuh orang guru yang secara bersama-sama melaksanakan ibadah kurban. Sementara satu ekor sapi lainnya berasal dari iuran sukarela para siswa yang dikumpulkan selama beberapa waktu hingga akhirnya mampu membeli satu ekor sapi tambahan.

‎“Alhamdulillah, tahun ini SMKN 1 Taliwang dapat melaksanakan kurban dua ekor sapi. Satu ekor berasal dari tujuh orang guru yang berniat berkurban, sedangkan satu ekor lainnya berasal dari iuran seikhlasnya dari para siswa yang kemudian dikumpulkan hingga cukup untuk membeli satu ekor sapi,” ujar Agung Hariadi.

‎Ia mengatakan, keterlibatan siswa dalam kegiatan kurban merupakan bentuk pendidikan karakter yang sangat penting. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajarkan tentang nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi kepada sesama.

‎"Partisipasi siswa dalam mengumpulkan iuran kurban menunjukkan tingginya rasa empati dan solidaritas sosial yang tumbuh di lingkungan sekolah. Hal itu menjadi modal penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar," tukasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, menjelaskan bahwa daging kurban yang telah disembelih akan didistribusikan kepada para siswa yang dinilai layak menerima berdasarkan data yang telah dihimpun oleh pihak sekolah.

‎“Kami sudah melakukan pendataan terhadap siswa-siswa yang berhak menerima daging kurban. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka serta keluarganya dalam momentum Hari Raya Idul Adha,” kata Muhammad Nasir.

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan kurban di lingkungan sekolah tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi siswa untuk memahami makna pengorbanan dan keikhlasan.

‎Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi pelajaran berharga yang perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Kisah tersebut mengajarkan tentang ketaatan kepada Allah SWT, keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan demi kebaikan yang lebih besar.

“Hikmah terbesar dari ibadah kurban adalah pembelajaran tentang keikhlasan dan berbagi. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami makna pengorbanan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS serta pentingnya membantu sesama yang membutuhkan,” jelasnya.

‎Muhammad Nasir juga mengapresiasi semangat para guru dan siswa yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Menurutnya, keberhasilan menghimpun dana kurban dari siswa menunjukkan bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial telah tumbuh dengan baik di lingkungan sekolah.

‎"Saya berharap kegiatan kurban seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan jiwa sosial yang tinggi." pungkasnya. (Hen).