Taliwang, Sumbawa Barat – Momentum pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 9 Taliwang dimanfaatkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat, Suarman, S.Pd., M.Si, untuk mengingatkan pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam sambutannya pada acara Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi SD Negeri 9 Taliwang, Senin (15/6/2026), Suarman menegaskan bahwa kelulusan dari sekolah dasar bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah memiliki regulasi wajib belajar 13 tahun sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Tidak boleh ada anak-anak kita yang menganggap selesai belajar setelah lulus SD, SMP ataupun SMA. Pemerintah daerah telah memiliki regulasi wajib belajar 13 tahun dan ini harus menjadi perhatian seluruh orang tua,” tegas Suarman.
Ia menjelaskan, pendidikan menjadi sektor strategis yang terus mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Bahkan, melalui Program KSB Maju Layanan Pendidikan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp10 miliar untuk membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah.
Program tersebut mencakup bantuan uang pangkal bagi peserta didik mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
“Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat melanjutkan sekolah hanya karena persoalan biaya awal pendidikan,” ujarnya.
Selain bantuan uang pangkal, pemerintah daerah juga tengah mengembangkan program beasiswa kemitraan dengan sejumlah universitas terkemuka di Pulau Jawa. Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Sumbawa Barat.
Suarman menilai investasi terbesar daerah saat ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia melalui pendidikan yang berkualitas.
Di hadapan para orang tua siswa, ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, ditambah ancaman pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, menuntut keterlibatan aktif keluarga dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak.
“Tidak cukup hanya pemerintah atau aparat yang bekerja. Pendidikan dan pembinaan anak membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Suarman juga memberikan apresiasi kepada SD Negeri 9 Taliwang yang dinilainya berhasil membangun kolaborasi kuat antara sekolah, komite, dan orang tua siswa.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas guru dan sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam mendukung proses belajar peserta didik.
“Kolaborasi yang terbangun di SD Negeri 9 Taliwang patut menjadi contoh. Pendidikan yang berhasil lahir dari kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, SD Negeri 9 Taliwang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Kabupaten Sumbawa Barat, bahkan mampu bersaing di tingkat provinsi. Karena itu, ia berharap seluruh tenaga pendidik terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih.
Mengakhiri sambutannya, Suarman mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan mengajak mereka untuk terus belajar demi meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Kalian adalah harapan orang tua, harapan guru, harapan masyarakat, dan harapan daerah ini. Teruslah belajar, karena masa depan Sumbawa Barat ada di tangan generasi muda yang berpendidikan dan berkarakter,” pungkasnya. (Hen).




.jpeg)