Kepala Desa Goa Ikuti Program Nasional "Kades Masuk Kampus" di Universitas Indonesia

Jereweh, Sumbawa Barat – Penjabat (Pj) Kepala Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Arif Rahman Hakim, S.Pd., M.Pd., kembali mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa Barat setelah terpilih mengikuti program nasional "Kepala Desa Masuk Kampus (Kades Masuk Kampus) Angkatan II" yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Kegiatan berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Program bergengsi yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para kepala desa tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama jajaran pimpinan Universitas Indonesia. Sebanyak 343 kepala desa terpilih dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi pembangunan desa.

Keikutsertaan Arif Rahman Hakim menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sumbawa Barat. Pasalnya, Desa Goa menjadi satu-satunya desa dari Kecamatan Jereweh yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Bahkan, dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, hanya 16 kepala desa yang menerima undangan khusus untuk berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional ini.

Selama mengikuti program, setiap peserta diwajibkan mempresentasikan inovasi unggulan yang telah diterapkan di desa masing-masing. Pada kesempatan tersebut, Arif Rahman Hakim memperkenalkan "Festival Muharam" sebagai inovasi unggulan Desa Goa, sebuah kegiatan yang memadukan pelestarian budaya, nilai-nilai religius, dan pemberdayaan masyarakat.

Presentasi mengenai Festival Muharam mendapat perhatian positif dari peserta maupun narasumber. Inovasi tersebut dinilai mampu menjadi contoh bagaimana potensi budaya lokal dapat dikembangkan menjadi agenda yang tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selama tiga hari pelaksanaan, para kepala desa mengikuti berbagai materi perkuliahan yang disampaikan oleh akademisi Universitas Indonesia, praktisi, serta narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga. Materi yang diberikan meliputi pengenalan potensi desa, analisis pemetaan wilayah, penguatan kolaborasi antar lembaga, hingga strategi membangun jejaring (networking) dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pj Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan akan menjadi bekal berharga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Goa.

"Program ini memberikan banyak wawasan baru tentang bagaimana desa dapat berkembang melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan potensi lokal. Ilmu yang diperoleh akan kami implementasikan untuk memperkuat pembangunan Desa Goa," ujarnya.

Keikutsertaan Arif Rahman Hakim dalam program nasional tersebut juga mendapat apresiasi dari Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, S.Pd. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi Kecamatan Jereweh sekaligus menjadi bukti bahwa desa-desa di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi besar untuk tampil di tingkat nasional.

"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pj Kepala Desa Goa yang telah dipercaya mengikuti program ini. Semoga pengalaman dan ilmu yang diperoleh dapat melahirkan inovasi-inovasi baru yang berdampak positif bagi masyarakat," ungkap H. Abdul Muthalib.

Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas aparatur desa, tetapi juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, serta potensi wisata Kecamatan Jereweh dan Kabupaten Sumbawa Barat kepada seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui keikutsertaan dalam program Kades Masuk Kampus Angkatan II, Desa Goa diharapkan semakin dikenal sebagai desa yang inovatif, adaptif, dan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan pembangunan. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus berinovasi dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing di tingkat nasional.