Ketua Komite SMKN 1 Taliwang Tekankan Attitude dan Keselamatan Siswa dalam Pembekalan PKL

Taliwang, Sumbawa Barat – SMK Negeri 1 Taliwang kembali menggelar kegiatan pembekalan bagi siswa kelas XII yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga memberikan pembinaan karakter, etika, dan keselamatan selama berada di dunia kerja.

Ketua Komite SMK Negeri 1 Taliwang, Mustaqim Patawari, mengatakan bahwa pembekalan PKL merupakan kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan sekolah. Namun demikian, pihaknya tidak ingin kegiatan tersebut hanya menjadi rutinitas tanpa makna.

"Setiap tahun harus ada semangat baru dan nilai tambah yang terus kita bangun agar pembekalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja," ujar Mustaqim saat di wawancarai media, Senin (13/07/2026).

Pada tahun ini, sebanyak 320 siswa kelas XII akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan. Para siswa akan ditempatkan di berbagai dunia usaha dan dunia industri yang tersebar di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing.

Menurut Mustaqim, PKL merupakan momentum penting bagi siswa untuk membuktikan bahwa proses pembelajaran yang telah mereka jalani selama di sekolah mampu menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama belajar harus mampu diterapkan secara nyata ketika berada di tempat praktik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemampuan akademik dan keterampilan teknis bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan siswa selama menjalani PKL. Justru yang paling utama adalah bagaimana mereka mampu menunjukkan sikap mental atau attitude yang baik.

"Kami tekankan kepada seluruh siswa agar selalu menjaga nama baik sekolah, menjaga nama baik keluarga, dan menjaga nama baik diri sendiri. Mereka juga harus menghindari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan negatif lainnya," tegasnya.

Mustaqim menjelaskan bahwa sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan siswi selama menjalani PKL. Setiap tahun, materi pembekalan selalu memuat edukasi mengenai berbagai potensi bahaya yang mungkin dihadapi di lingkungan kerja.

Menurutnya, para siswi harus mampu mengenali berbagai bentuk ancaman sejak dini, mulai dari tindakan perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga berbagai bentuk kekerasan lainnya yang berpotensi terjadi di tempat praktik.

"Tempat PKL tentu berbeda dengan lingkungan sekolah. Di dunia kerja terdapat berbagai karakter orang dan dinamika yang harus dipahami siswa. Karena itu kami mengingatkan mereka, khususnya para siswi, agar selalu waspada terhadap segala bentuk ancaman yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka," katanya.

Ia menegaskan, apabila siswa mengalami atau menyaksikan situasi yang dianggap membahayakan, mereka diminta untuk segera melaporkan kepada guru pembimbing, pengawas PKL, maupun pihak sekolah agar dapat segera dilakukan langkah-langkah penanganan.

Menurut Mustaqim, keselamatan dan kenyamanan siswa selama mengikuti PKL menjadi prioritas utama sekolah. Oleh karena itu, apabila lokasi praktik dinilai sudah tidak kondusif atau berpotensi membahayakan siswa, pihak sekolah tidak akan ragu untuk menarik siswa dari tempat tersebut dan memindahkannya ke lokasi PKL yang lebih aman.

"Kami tidak ingin ada siswa yang merasa sendirian ketika menghadapi persoalan di tempat PKL. Sekolah akan selalu hadir memberikan pendampingan dan perlindungan. Jika situasinya memang tidak memungkinkan, kami akan segera memindahkan siswa ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Melalui pembekalan tersebut, SMK Negeri 1 Taliwang berharap seluruh peserta PKL tidak hanya mampu menunjukkan kompetensi sesuai bidang keahliannya, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjaga nama baik sekolah di dunia usaha dan dunia industri. 

“Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan siap menghadapi dunia kerja sekaligus menjadi lulusan yang profesional dan berintegritas.” Pungkasnya. (Hen).