Taliwang, Sumbawa Barat – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Teacher Preneur Nusantara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Seminar Nasional bertajuk "How to be a Great Teacher" dengan mengusung tema "Menjadi Pengajar yang Menginspirasi dan Menggerakkan Generasi Bangsa". Kegiatan yang diikuti ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Sumbawa Barat tersebut berlangsung di Gedung Graha Bukit Bintang, Kecamatan Taliwang, Selasa (14/07/2026).
Seminar nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi para pendidik dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital. Selain meningkatkan kapasitas profesional guru, kegiatan ini juga mendorong lahirnya tenaga pendidik yang inovatif, adaptif, dan mampu membangun karakter peserta didik.
Mewakili Bupati Sumbawa Barat, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat, H. Burhan Daeng Mangago, SP., M.Si, hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, H. Burhan Daeng Mangago terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si, yang sedianya dijadwalkan hadir, namun berhalangan karena sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah.
"Atas nama Bapak Bupati Sumbawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak dapat hadir bersama kita pada hari ini. Beliau memberikan amanah kepada saya untuk mewakili sekaligus membuka kegiatan yang sangat bermanfaat ini," ujarnya.
Ia mengakui bahwa secara substansi, kegiatan tersebut sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan sehingga semestinya dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan. Namun demikian, ia berharap kehadirannya tidak mengurangi makna maupun tujuan utama dari seminar nasional tersebut.
Dalam kesempatan itu, Burhan juga memperkenalkan dirinya sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat yang baru sekitar satu bulan mengemban amanah setelah dilantik pada 15 Juni 2026. Meski berlatar belakang di luar pendidikan formal, ia mengaku memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan masyarakat, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia kemudian menceritakan pengalamannya menggagas Program Tuntas Baca Al-Qur'an bersama Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov. Menurutnya, program tersebut lahir dari visi bersama untuk mengubah pola pikir masyarakat melalui pendidikan.
"Prosesnya tidak mudah. Kami membutuhkan waktu hampir sepuluh tahun. Alhamdulillah, lebih dari 12 ribu warga berhasil dibimbing sehingga angka buta aksara Al-Qur'an di Kabupaten Sumbawa Barat dapat ditekan secara signifikan. Semua itu membuktikan bahwa perubahan besar selalu diawali dari pendidikan," ungkap Burhan.
Selain aktif di bidang pendidikan keagamaan, Burhan juga dikenal sebagai Ketua Tas Tomas Management, sebuah gerakan sosial yang mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu pengajian, menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan. Menurutnya, gerakan tersebut berhasil menumbuhkan budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Budaya saling membantu yang kita lihat hari ini tidak lahir begitu saja. Itu merupakan hasil dari perubahan pola pikir masyarakat. Ketika terjadi bencana, masyarakat Sumbawa Barat selalu menjadi yang terdepan memberikan bantuan. Inilah nilai kepedulian yang juga harus diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan," katanya.
Ia menegaskan bahwa seorang guru tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai teladan dalam membangun karakter, kepedulian, serta akhlak peserta didik.
Burhan juga membagikan pengalamannya saat mendirikan Yayasan Insan Qurani sekitar tahun 2004–2005 yang berawal dari pendidikan Al-Qur'an hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan formal. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, Burhan juga pernah menjadi salah satu penggerak lahirnya Koperasi Syariah Sinar Mutiara sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Bahkan pada tahun 2019, ia bersama sejumlah pihak turut terlibat Gerakan Desa EMAS (Enterpreneur, Mandiri, Adil, dan Sejahtera) bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) sebagai patriot bangsa yang bertujuan membangun masyarakat desa yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, semangat kewirausahaan juga harus mulai ditanamkan kepada peserta didik sejak dini. Guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana melahirkan generasi yang memiliki jiwa entrepreneur. Guru harus mampu menjadi inspirasi agar peserta didiknya memiliki kreativitas, inovasi, keberanian mengambil peluang, dan mampu menciptakan lapangan kerja di masa depan," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Burhan juga menyampaikan apresiasi kepada DPD Teacher Preneur Nusantara Provinsi NTB beserta seluruh panitia atas terselenggaranya seminar nasional yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Ia menegaskan bahwa untuk menjadi guru hebat di era modern, setidaknya terdapat tiga komitmen utama yang harus dimiliki. Pertama, memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Kedua, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung proses pembelajaran. Ketiga, memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan peserta didik karena masa depan Kabupaten Sumbawa Barat berada di tangan para guru.
"Guru adalah penggerak perubahan. Ketika guru terus belajar, mampu beradaptasi dengan teknologi, dan memiliki kepedulian terhadap anak didiknya, maka kita sedang menyiapkan generasi emas yang akan membawa Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing," tutup Burhan.
Mengakhiri sambutannya, H. Burhan Daeng Mangago secara resmi membuka Seminar Nasional "How to be a Great Teacher" dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seraya berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan guru-guru inspiratif yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya generasi Sumbawa Barat yang unggul, berkarakter, dan berjiwa kewirausahaan. (Hen).

.jpeg)

.jpeg)