Taliwang, Sumbawa Barat – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat, H. Burhan Daeng Mangago, S.Pi., M.Si., mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya literasi sejak dari lingkungan keluarga sebagai langkah strategis menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing di masa depan.
Ajakan tersebut disampaikan H. Burhan saat memberikan sambutan dalam Forum Yasinan yang digelar di Central, Kecamatan Taliwang, pada Kamis (9/7/2026) malam. Pada kesempatan itu, ia juga memperkenalkan diri sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang baru dilantik dan mulai bertugas sejak 15 Juni 2026.
Dalam sambutannya, H. Burhan mengungkapkan bahwa dirinya baru mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Arpus Kabupaten Sumbawa Barat selama kurang dari satu bulan. Meski demikian, ia berkomitmen melanjutkan berbagai program dan capaian yang telah dibangun oleh para pimpinan sebelumnya.
"Saya hanya melanjutkan apa yang sudah baik, kemudian menyempurnakan apa yang masih kurang sehingga pelayanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan semakin baik ke depannya," ujarnya.
Ia memberikan apresiasi kepada para pimpinan terdahulu yang berhasil membawa Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan sistem pembinaan kearsipan terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bahkan, berdasarkan penilaian nasional, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil menempati peringkat ke-85 dari sekitar 540 kabupaten dan kota di Indonesia dalam bidang kearsipan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah indikator keberadaan naskah kuno, yang selama bertahun-tahun belum dapat dipenuhi karena belum ditemukannya dokumen bersejarah yang memenuhi kriteria penilaian.
Namun, harapan baru mulai muncul setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai keberadaan sebuah Surat Pengangkatan Penasehat Kesultanan Sumbawa atas nama Haji Abdul Kadir Yusuf atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Haji Hussein. Selain itu, terdapat informasi mengenai keberadaan stempel Kerajaan Kedatuan Taliwang yang diduga masih disimpan oleh pihak keluarga.
"Saat ini kami sedang berkomunikasi dengan keluarga untuk melihat langsung bukti fisiknya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dokumen dan benda bersejarah tersebut dapat diverifikasi sehingga indikator naskah kuno yang selama ini kosong bisa terpenuhi," jelasnya.
Selain itu, H. Burhan juga menyoroti pentingnya pengelolaan arsip di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, setiap tahun OPD menghasilkan banyak arsip, namun hanya sekitar 35 persen yang menjadi arsip permanen, sedangkan sekitar 65 persen sebenarnya sudah dapat dilakukan penyusutan atau pemusnahan sesuai ketentuan.
Karena itu, Dinas Arpus berencana menginisiasi pelaksanaan penyusutan arsip secara kolektif agar proses pengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah menjadi lebih efektif, tertib, dan efisien.
Pada bidang perpustakaan, H. Burhan mengatakan bahwa peningkatan budaya membaca menjadi salah satu prioritas utama. Saat ini tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat masih berada pada angka sekitar 63 persen, sementara kategori yang diharapkan berada pada kisaran 80 hingga 100 persen.
Ia juga mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa berdasarkan hasil Kemah Literasi Provinsi NTB yang digelar di Mataram pada awal Juli 2026, Kabupaten Sumbawa Barat resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Kemah Literasi NTB Tahun 2027. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tantangan bagi daerah untuk mempersiapkan diri menjadi penyelenggara yang sukses.
Dalam kesempatan itu, H. Burhan mengingatkan masyarakat bahwa membangun budaya literasi harus dimulai dari rumah. Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak dekat dengan buku, bukan hanya dengan telepon genggam.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, namun penggunaan telepon genggam yang berlebihan juga berpotensi mengurangi minat baca anak. Bahkan, sejumlah negara maju kini mulai kembali menggalakkan penggunaan buku cetak sebagai media pembelajaran karena dinilai lebih efektif dalam membangun konsentrasi dan kemampuan berpikir.
H. Burhan menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengkaji, berpikir kritis, hingga menulis. Ia mengingatkan bahwa perintah pertama dalam Al-Qur'an adalah "Iqra'" atau membaca, yang menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan.
Ia berharap keberhasilan program Tuntas Baca Al-Qur'an yang selama ini digagas oleh Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt.,M.M.Inov selaku Bunda Literasi dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan budaya membaca buku di setiap desa melalui perpustakaan desa maupun pojok baca.
"Kami bermimpi setiap desa memiliki ruang literasi yang hidup, tempat anak-anak dan para pemuda berkumpul untuk membaca, berdiskusi, bedah buku, dan belajar bersama. Hasilnya memang tidak akan terlihat hari ini, tetapi dalam 10 hingga 20 tahun ke depan kita akan melahirkan generasi Sumbawa Barat yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di berbagai bidang," tutup Burhan. (Hen).

