‎Disnakertrans KSB Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Pengangguran ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan pengangguran terbuka, khususnya yang berasal dari lulusan jenjang SMA dan SMK.

‎Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan serah terima bantuan hibah satu set alat praktik berupa Engine & Power Train System kepada SMKN 1 Taliwang. Rabu (23/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan, pemerintah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

‎Sekretaris Disnakertrans Sumbawa Barat, Zainul Amri, S.Sos., M.M., mengatakan persoalan pengangguran tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan satu instansi atau satu pihak. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil bagian sesuai dengan kapasitas masing-masing.

‎Ia juga mengingatkan agar persoalan angka pengangguran terbuka tidak menjadi alasan bagi para pemangku kepentingan untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat kerja bersama dan melahirkan langkah-langkah yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎“Berhentilah mengutuk kegelapan, mulailah kita menyalakan lilin. Mari kita ambil kegiatan-kegiatan berdasarkan apa yang bisa kita lakukan,” pesan Zainul Amri dalam rapat koordinasi tersebut.

‎Menurutnya, pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, dunia industri hingga unsur legislatif memiliki peran masing-masing dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan. Sinergi tersebut diperlukan agar program yang dirancang tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar diarahkan pada peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.

‎Zainul juga menekankan pentingnya peran aktif para pejabat dan unsur dewan dalam mengawal sekaligus melakukan pengawasan terhadap berbagai program yang berkaitan dengan penyiapan dan penyerapan tenaga kerja. Pengawalan tersebut dinilai penting agar program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

‎"Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah adanya kesenjangan atau mismatch antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kondisi inilah yang membuat lulusan sekolah maupun lembaga pelatihan belum selalu memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja," bebernya.

‎Karena itu, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah. Kurikulum, metode pembelajaran, fasilitas praktik dan kompetensi peserta didik diharapkan semakin dekat dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.

‎"Dalam konteks tersebut, bantuan satu set Engine & Power Train System dari PT Trakindo Utama kepada SMKN 1 Taliwang kami nilai memiliki relevansi dengan kebutuhan penguatan pembelajaran berbasis praktik. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi peralatan yang digunakan di dunia industri," tukasnya.

‎Kepala UPTD BLK Sumbawa Barat, Randi Darmansyah, S.Ip., menyampaikan apresiasi kepada PT Trakindo Utama atas inisiatif dan kepedulian perusahaan melalui program bantuan hibah tersebut.

‎Menurut Randi, dukungan dunia usaha dan industri terhadap lembaga pendidikan maupun pelatihan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi. Dunia industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga dapat berkontribusi sejak proses penyiapan kompetensi calon tenaga kerja.

‎Ia berharap langkah yang dilakukan PT Trakindo Utama dapat menjadi contoh keterlibatan sektor swasta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa Barat. Dukungan serupa juga diharapkan datang dari perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah tersebut.

‎“Penyiapan tenaga kerja terampil tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun sekolah. Dunia industri juga memiliki peran penting dalam memastikan kompetensi tenaga kerja yang dipersiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan,” demikian substansi yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

‎Kolaborasi antara pemerintah, SMK, lembaga pelatihan dan perusahaan diharapkan mampu membangun pola yang lebih terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan tenaga kerja, penyusunan kompetensi, pembelajaran berbasis praktik, hingga membuka akses terhadap kesempatan kerja.

‎Bagi SMKN 1 Taliwang, keberadaan peralatan praktik berbasis industri juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman belajar siswa. Dengan fasilitas yang semakin mendekati kondisi di dunia kerja, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

‎"Sinergi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkecil jarak antara lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan perusahaan. Semakin sesuai kompetensi yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan industri, semakin terbuka pula peluang mereka untuk masuk ke pasar kerja," ungkapnya.

‎Pemerintah daerah optimistis berbagai langkah konkret yang melibatkan lintas sektor dapat memberikan kontribusi terhadap upaya menekan angka pengangguran terbuka di Sumbawa Barat. Penguatan pendidikan vokasi, peningkatan kapasitas lembaga pelatihan serta keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

‎Ke depan, kolaborasi antara pemerintah dan DUDI diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan sarana praktik. Kerja sama juga dapat dikembangkan melalui pelatihan, magang, sertifikasi kompetensi, penyelarasan kebutuhan tenaga kerja hingga pembukaan akses rekrutmen bagi lulusan.

‎"Dengan pola kolaborasi yang berkelanjutan, pendidikan dan pelatihan vokasi di Sumbawa Barat kami harapkan semakin mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Pada akhirnya, dengan harapkan membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan dan membangun masa depan di daerah sendiri," pungkasnya. (Jul).