‎Musancab PKB KSB Bukan Sekadar Ganti Pengurus, Andi Laweng: Struktur, Kekompakan dan Kerja Keras Jadi Kunci ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekadar agenda pergantian atau pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan. Forum konsolidasi tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kader, memperkuat barisan partai, sekaligus memastikan PKB semakin dekat dengan masyarakat.

‎Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Musancab se-Kabupaten Sumbawa Barat di Kedai Sawah, Taliwang, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi PKB secara menyeluruh di Nusa Tenggara Barat.

‎Musancab dihadiri jajaran pengurus partai serta kader PKB dari berbagai wilayah. Forum tersebut diarahkan untuk membentuk kepengurusan tingkat kecamatan yang solid, terstruktur dan memiliki semangat kerja yang kuat dalam menjalankan roda organisasi.

‎Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB NTB, Agus Jasmani, S.I.P., mengatakan konsolidasi organisasi saat ini tengah digenjot secara menyeluruh. Musancab dilaksanakan di berbagai kabupaten sebagai bagian dari upaya membangun struktur partai yang semakin kuat hingga tingkat bawah.

‎Menurut Agus, keberadaan kepengurusan di tingkat kecamatan memiliki posisi yang sangat strategis. Struktur tersebut menjadi salah satu penghubung utama antara partai dengan masyarakat sekaligus menjadi ujung tombak dalam menjalankan berbagai agenda organisasi.

‎“Jadi hari ini kita di Sumbawa Barat sedang melakukan kegiatan Musyawarah Anak Cabang. Kepengurusan di tingkat kecamatan ini dalam rangka kami di PKB, pertama tentu untuk penguatan struktur, dan yang kedua tentu kepengurusan PKB ini harus lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Agus Jasmani.

‎Ia menegaskan, Musancab kali ini harus dipandang serius karena menyangkut masa depan organisasi. Bukan hanya soal siapa yang menjadi pengurus, tetapi bagaimana kepengurusan tersebut mampu bekerja, bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Agus yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara itu menilai partai politik tidak akan mampu bergerak maksimal apabila hanya memiliki struktur di atas kertas. Struktur harus dihidupkan dengan kader yang aktif, konsisten dan memiliki komitmen terhadap organisasi.

‎Karena itu, kepada para ketua dan pengurus yang terpilih, DPW PKB NTB menitipkan pesan agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh integritas. Para kader diminta istiqomah, konsisten dan serius dalam menjalankan tugas kepartaian.

‎Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kader PKB harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika momentum politik tiba. Kedekatan dengan masyarakat harus dibangun melalui kerja nyata, komunikasi yang baik dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Sumbawa Barat, Andi Laweng, S.H., M.H., menegaskan bahwa struktur organisasi merupakan motor utama dalam menggerakkan mesin partai.

‎Menurutnya, semakin rapi struktur organisasi, semakin kuat pula koordinasi dan kerja kader di lapangan. Karena itu, konsolidasi melalui Musancab menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh perangkat organisasi dapat bekerja secara optimal.

‎“Untuk memenangkan pileg, tentunya yang penting dan harus kita lakukan adalah penguatan struktur sampai akar rumput, kemudian kekompakan, kebersamaan, dan kerja keras. Ini menjadi sebuah keharusan,” tegas Andi Laweng.

‎Ia menekankan, perjuangan politik tidak dapat dibebankan hanya kepada pengurus DPC. Setiap kader memiliki peran dan tanggung jawab untuk membesarkan partai sesuai kapasitas dan wilayah kerja masing-masing.

‎Setelah kepengurusan tingkat kecamatan terbentuk, para ketua terpilih diminta segera melengkapi struktur organisasi di wilayah masing-masing. Susunan kepengurusan tersebut selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan pengesahan dari DPW PKB NTB.

‎Langkah berikutnya tidak berhenti di tingkat kecamatan. DPC PKB KSB akan mendorong pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan. Dengan demikian, struktur partai diharapkan benar-benar hadir dan bekerja hingga ke tengah masyarakat.

‎Bagi Andi Laweng, penguatan hingga tingkat akar rumput bukan semata-mata kebutuhan menghadapi pemilihan umum. Lebih dari itu, struktur yang kuat menjadi fondasi agar kader memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya melalui jalur politik.

‎Ia pun mengajak seluruh kader, terutama kader-kader muda, agar tidak minder dan tidak ragu terjun dalam dunia politik. Politik, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat karena berbagai kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari lahir melalui proses politik.

‎Mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, pembangunan, ekonomi hingga berbagai pelayanan publik, semuanya tidak terlepas dari kebijakan yang dihasilkan melalui proses politik. Karena itu, politik harus diisi oleh orang-orang yang memiliki semangat memperbaiki keadaan dan keberpihakan kepada masyarakat.

‎“Kepada kader-kader muda, teruslah bersemangat dalam berpolitik. Jangan melihat politik sebagai sesuatu yang harus ditakuti, tetapi jadikan politik sebagai ruang untuk melakukan perubahan dan memperbaiki tatanan menjadi lebih baik,” pesannya.

‎Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah perjalanan organisasi maupun pembangunan daerah. Semangat, kreativitas dan keberanian kader muda harus menjadi energi baru bagi PKB untuk terus tumbuh.

‎Musancab pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni organisasi. Setelah forum berakhir, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai. Para pengurus baru dituntut membuktikan bahwa amanah yang diterima mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.

‎Kekompakan menjadi modal penting dalam perjalanan tersebut. Perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar, namun harus dikelola melalui komunikasi dan musyawarah agar tidak menjadi penghambat perjuangan bersama.

‎Andi Laweng mengajak seluruh kader untuk mengedepankan kebersamaan daripada kepentingan pribadi. Sebab, kekuatan partai tidak ditentukan oleh satu atau dua orang, melainkan oleh kemampuan seluruh kader untuk bergerak dalam satu tujuan.

‎"Dengan konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang mulai dari DPW, DPC, kecamatan hingga desa dan kelurahan, saya optimistis struktur organisasi akan semakin solid. Kekuatan tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai agenda politik pada periode mendatang," tegasnya.

‎Musancab PKB KSB akhirnya bukan hanya tentang siapa yang duduk sebagai ketua dan siapa yang menjadi pengurus. Lebih jauh, forum ini menjadi panggilan kepada seluruh kader untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan, memperkuat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

‎Sebab, mesin politik yang kuat bukan hanya mesin yang memiliki banyak nama dalam struktur kepengurusan. Mesin politik yang kuat adalah ketika setiap kader bergerak, setiap pengurus bekerja dan setiap langkah partai mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎"Mari bersama-sama, perkuat struktur, rapatkan barisan, jaga kekompakan dan jangan pernah lelah bekerja untuk masyarakat. Karena kemenangan politik bukan lahir secara tiba-tiba, tetapi dibangun dari kerja keras kader yang konsisten dari hari ke hari hingga ke akar rumput," pungkasnya. (Jul).