Taliwang, Sumbawa Barat — Menjelang tahapan penting menuju kelulusan, SMK Negeri 1 Taliwang memperkuat komunikasi dengan orang tua dan wali murid kelas XII. Sekolah menggelar rapat bersama orang tua pada Jumat (18/9/2026), dengan agenda utama membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta evaluasi pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2026/2027.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara guru dan orang tua dalam mengawal perjalanan pendidikan siswa. Sejumlah unsur civitas akademika sekolah hadir, termasuk Kepala SMKN 1 Taliwang, Ketua Komite, para guru, serta orang tua dan wali murid kelas XII.
Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Dukungan keluarga, komunikasi yang baik dan perhatian orang tua juga memiliki peran penting, terutama ketika siswa memasuki fase akhir pendidikan menengah.
Menurut Muhammad Nasir, kelas XII merupakan masa yang membutuhkan perhatian lebih. Para siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan proses pembelajaran, tetapi juga harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan yang akan menentukan langkah mereka setelah lulus.
"Karena itu, orang tua diharapkan tidak sekadar menjadi pihak yang menerima informasi mengenai perkembangan anak. Lebih jauh, orang tua perlu menjadi bagian dari proses pendampingan agar siswa memiliki kesiapan akademik, mental dan motivasi dalam menghadapi tahapan berikutnya," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah juga mengingatkan bahwa pencapaian akademik bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Doa, restu dan dukungan orang tua menjadi bagian penting yang dapat memberikan kekuatan kepada siswa ketika menghadapi tekanan dan tantangan dalam proses pendidikan.
Perubahan sistem maupun mekanisme seleksi pendidikan lanjutan juga menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika siswa harus menghadapi tes atau persyaratan baru dalam proses melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Salah satu yang menjadi fokus pembahasan adalah persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik atau TKA. Sekolah menyiapkan berbagai strategi agar siswa kelas XII dapat memahami materi yang akan diujikan sekaligus memiliki kesiapan untuk menghadapi tahapan tersebut dengan lebih percaya diri.
"TKA ini dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu siswa mengukur penguasaan terhadap materi pelajaran inti yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di sekolah. Hasil yang diperoleh juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dalam melihat bidang keilmuan atau jurusan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya," ungkapnya.
Dalam persiapan tersebut, SMKN 1 Taliwang juga memperkuat sinergi dengan dunia industri. Sejumlah perusahaan dan mitra, di antaranya United Tractors (UT), PT Trakindo, PT Mitsubishi serta PT Tambora Sumbawa Barat, telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung aspek teknis program TKA.
Kolaborasi dengan dunia industri tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memastikan proses pendidikan tidak berjalan sendiri. Kompetensi akademik tetap diperkuat, sementara pengalaman dan kebutuhan dunia kerja juga menjadi pertimbangan dalam mempersiapkan siswa.
Selain TKA, rapat tersebut turut membahas perkembangan dan evaluasi pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2026/2027. Program PKL menjadi bagian penting dalam pendidikan SMK karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung lingkungan kerja dan menerapkan kompetensi yang diperoleh di sekolah.
"Melalui evaluasi PKL, kami dapat melihat sejauh mana pengalaman siswa selama berada di dunia industri mampu membentuk keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab dan etos kerja. Evaluasi juga menjadi bahan untuk melakukan perbaikan agar pelaksanaan PKL berikutnya semakin efektif," jelasnya.
Muhammad Nasir menilai pengalaman di dunia industri harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik. Siswa tidak cukup hanya menyelesaikan masa PKL, tetapi harus membawa pulang pengalaman, keterampilan dan sikap kerja yang dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Di sisi lain, sekolah juga terus mendorong siswa agar tidak memandang TKA sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Persiapan yang terencana, belajar secara konsisten dan dukungan keluarga diharapkan dapat membuat siswa lebih siap menghadapi setiap tahapan yang ada.
“Yang paling penting adalah bagaimana sekolah dan orang tua memiliki persepsi yang sama dalam mendampingi anak-anak. Mereka membutuhkan dukungan, arahan dan motivasi agar mampu menghadapi setiap tahapan pendidikan dengan percaya diri,” demikian pesan yang ditekankan dalam pertemuan tersebut.
Rapat bersama orang tua ini sekaligus menjadi wadah komunikasi dua arah. Berbagai informasi mengenai perkembangan siswa dapat disampaikan secara terbuka, sementara orang tua memiliki kesempatan untuk menyampaikan masukan maupun hal-hal yang menjadi perhatian dalam proses pendidikan anak.
Sinergi tersebut dinilai penting karena pendidikan siswa tidak berhenti ketika mereka meninggalkan gerbang sekolah. Kebiasaan belajar, kedisiplinan, tanggung jawab serta karakter yang dibangun di sekolah perlu diperkuat kembali di lingkungan keluarga.
Dengan semakin dekatnya siswa kelas XII pada fase kelulusan, SMKN 1 Taliwang berkomitmen memastikan setiap peserta didik mendapatkan pendampingan yang maksimal. Persiapan TKA, evaluasi PKL dan komunikasi dengan orang tua ditempatkan sebagai bagian dari satu rangkaian untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus kesiapan menghadapi masa depan.
"Kami berharap dukungan orang tua terus mengalir hingga seluruh rangkaian pendidikan siswa kelas XII selesai. Sebab, di balik setiap siswa yang berhasil melewati tahapan pendidikan, terdapat kerja bersama antara guru yang membimbing, keluarga yang mendukung dan siswa yang berjuang," pungkasnya. (Jul).

