Wabup KSB Salurkan Bantuan Kepada Anak Penderita Stunting

Sumbawa Barat -- Sebanyak 100 orang anak tidak mampu dan masuk dalam data stunting mendapatkan bantuan dalam bentuk asupan gizi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Bantuan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Fud Syaifuddin, ST itu, bertempat di halaman kantor Baznas KSB, Lingkungan KTC, Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang. Rabu (31/05/2023) lalu.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati yang akrab disapa bang Fud menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Baznas karena telah mendukung dan mensukseskan program Pemerintah.

“Saya atas nama pemerintah KSB harus mengakui tingkat kepedulian dari Baznas, termasuk dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintahan. Saat ini ikut menekan angka stunting dengan menyiapkan bantuan dalam bentuk asupan gizi untuk balita stunting,” kata Bang Fud.

Ia mengakui bahwa untuk menurunkan stunting bukan pekerjaan mudah, bahkan sama dengan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan. Sesulit apapun tetap harus optimis, bahwa kita semua, baik itu pemerintah maupun masyarakat akan bersama mengambil bagian.

"Pemerintah KSB terus mendorong kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), agar selalu mengeluarkan zakat serta sedekah melalui Baznas, sehingga dapat dikelola sesuai dengan syariatnya," tukasnya.

Sementara H M Jafar Yusuf S.Sos selaku ketua Baznas KSB dalam laporannya menyampaikan, paket bantuan yang diberikan kepada balita dalam bentuk asupan gizi bernilai Rp. 500 ribu. Dimana rincian barangnya adalah, beras 10 kg, Telur, Abon ikan, Abon sapi manis, Wartel, Kentang, Kacang ijo, Buah apel, Buah pear, Biscuit dan tempe. “Barang-barang dalam paket sesuai rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dikes),” ungkapnya.

Ustad Jafar sapaan akrabnya juga melaporkan, jika pihak Baznas membangun koordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), agar dapat menentukan 100 orang balita fakir miskin yang masuk kategori stunting. “Yang mendapatkan bantuan adalah keluarga fakir miskin yang memiliki anak stunting,” tuturnya.

Pada momentum itu Ustad Jafar juga mengumumkan adanya peningkatan keuangan Baznas yang diterima dari sedekah maupun zakat, baik dari aparatur pemerintah maupun masyarakat umum. Hal itu membuktikan bahwa tingkat kepercayaan kepada Baznas sudah sangat baik.

“Kami akan terus bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan menjaga kepercayaan ini dengan menyalurkan program untuk masyarakat,” pungkasnya. (An/DiskominfoKSB).