Taliwang, Sumbawa Barat -- Dewan Pimpinan Wilayah Fans of Rhoma and Soneta (DPW FORSA) Nusa Tenggara Barat resmi menetapkan Duta FORSA Idol 2025 asal Kabupaten Sumbawa Barat sebagai pemenang audisi dangdut tingkat provinsi. Duta FORSA Idol 2025 tersebut adalah Sriyana, talenta muda berbakat asal Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Penetapan
ini menjadi prestasi membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa Barat, sekaligus
mengantarkan Sriyana sebagai wakil
resmi Nusa Tenggara Barat ke ajang FORSA Idol tingkat nasional. Pada
tingkat nasional, para finalis akan dinilai langsung oleh Raja Dangdut Indonesia, H. Rhoma Irama,
bersama jajaran Soneta Group.
Keberhasilan
Sriyana tidak hanya menjadi kemenangan individu, tetapi juga mencerminkan
potensi besar yang dimiliki desa-desa di Kabupaten Sumbawa Barat. Talenta lokal
dinilai mampu bersaing dan tampil percaya diri di panggung nasional, bahkan
internasional, jika mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat.
Sekretaris FORSA Kabupaten Sumbawa Barat, Wirawan Mappaconga, menyampaikan bahwa prestasi ini harus dimaknai sebagai momentum bersama, bukan hanya milik komunitas seni atau FORSA semata. Menurutnya, keberhasilan Sriyana adalah cerminan kekuatan budaya dan kreativitas generasi muda daerah.
“Kami
mengajak seluruh masyarakat Sumbawa Barat, Pemerintah Daerah, serta pelaku
industri dan dunia usaha untuk bersama-sama memberikan dukungan, baik materil
maupun spirituil. Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan talenta
muda berbakat dari desa menuju panggung nasional, bahkan internasional,” ujar
Wirawan kepada media, Rabu (07/01/2025).
Wirawan
menjelaskan, pada tahap berikutnya Sriyana akan mengikuti karantina dan pelatihan khusus yang
akan dibina langsung oleh Soneta Group
bekerja sama dengan PAMDI (Persatuan
Artis Musik Dangdut Indonesia). Tahapan ini menjadi proses penting dalam
membentuk artis dangdut yang profesional dan berkarakter.
Rangkaian
karantina dan pembinaan nasional tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada April 2026. Program ini tidak hanya
menekankan kemampuan vokal, tetapi juga pembentukan etika, disiplin, karakter,
serta kesiapan menghadapi industri musik dangdut secara profesional.
Menurut
Wirawan, dukungan yang dibutuhkan tidak semata-mata soal pembiayaan kegiatan.
Lebih dari itu, dukungan tersebut merupakan investasi sosial, budaya, dan ekonomi kreatif yang berdampak
langsung pada citra daerah, pemberdayaan generasi muda, serta pertumbuhan
industri hiburan dan pariwisata lokal di Sumbawa Barat.
“Dari
desa ke nasional, dari daerah untuk Indonesia. Ini adalah bukti bahwa Sumbawa
Barat memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung talenta dangdut nasional
jika dikelola dengan kolaborasi yang kuat,” tegasnya.
FORSA
meyakini bahwa dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,
ekosistem musik dangdut yang profesional,
bermartabat, dan berkelanjutan dapat tumbuh dari daerah. Keberhasilan
Duta FORSA Idol 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya
untuk berani bermimpi dan berkarya.
Sebagai
bentuk komitmen, FORSA NTB dan FORSA Kabupaten
Sumbawa Barat membuka ruang kolaborasi dan kemitraan bagi seluruh pihak
yang ingin terlibat dalam mendukung lahirnya bintang dangdut masa depan dari Bumi Pariri Lema Bariri, menuju
panggung nasional hingga internasional. (Hen).
.png)

