Kepala Desa Kertasari Perkuat Sistem Keamanan Pariwisata, Libatkan Pelaku Usaha dan Masyarakat

Taliwang, Sumbawa Barat — Upaya peningkatan daya saing sektor pariwisata terus dilakukan Pemerintah Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Salah satunya melalui pertemuan strategis yang digelar di Cafe Bukito Kertasari, Kamis (5/2/2026), yang difokuskan pada sinkronisasi serta penguatan sistem keamanan dan ketertiban di lingkungan desa dan kawasan objek wisata.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Kepala Desa Kertasari, Syarifuddin, S.I.P., dengan melibatkan para pelaku usaha pariwisata, mulai dari pengelola homestay, restoran, hingga hotel yang beroperasi di wilayah Kertasari. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.

Kepala Desa Kertasari, Syarifuddin, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, rasa aman bagi wisatawan akan berdampak langsung terhadap citra destinasi wisata dan tingkat kunjungan.

“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh pelaku usaha. Dengan lingkungan yang aman dan tertib, wisatawan akan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,” ujar Syarifuddin. Saat diwawancarai media usai pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah desa dan pelaku usaha pariwisata menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan Kertasari sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan mampu bersaing hingga tingkat internasional.

“Selain fokus pada keamanan, pemerintah desa juga mendorong seluruh pelaku usaha untuk mematuhi regulasi yang berlaku, menjaga ketertiban operasional usaha, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Hal ini penting agar keberadaan sektor pariwisata tetap selaras dengan kehidupan sosial masyarakat sekitar,” jelasnya.

Penguatan sistem keamanan, kata Kades, dilakukan secara terstruktur melalui sinergi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Bhabinkamtibmas Desa. Kedua unsur ini menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan, baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

“Pokdarwis berperan aktif dalam melakukan pengawasan lingkungan wisata, memberikan edukasi kepada pengunjung, serta menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menjaga ketertiban kawasan wisata. Peran ini dinilai penting mengingat objek wisata menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pendampingan masyarakat. Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang intensif, aparat desa mendorong terciptanya sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

Dukungan terhadap langkah Kepala Desa Kertasari juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Perwakilan Pemuda Pancasila, Bung Gusti, mengapresiasi inisiatif pemerintah desa yang dinilai mampu membangun sistem keamanan berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Saya berharap langkah serupa dapat diikuti desa-desa lain seperti wilayah Tunangan dan Batu Putih, sehingga pengembangan pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan,” kata Gusti.

Para pelaku usaha pariwisata juga menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai sistem keamanan yang baik akan memberikan kepastian usaha dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Kertasari.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah desa, pelaku usaha, aparat keamanan, dan masyarakat, Desa Kertasari optimistis sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Selain meningkatkan kualitas layanan wisata, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Desa Kertasari berharap sinergi dengan pemerintah daerah semakin diperkuat. Sistem keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi alat pengendalian, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata, sehingga mampu meningkatkan lama kunjungan wisatawan serta memperkuat perekonomian masyarakat secara menyeluruh. (J).