Taliwang, Sumbawa Barat – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memperkuat pengawasan di kawasan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sebagai langkah preventif untuk meningkatkan keselamatan pelajar dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di sekitar lingkungan sekolah.
Pengawasan tersebut menjadi perhatian penting karena kawasan sekolah memiliki aktivitas lalu lintas yang cukup padat, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah. Pada waktu tersebut, kendaraan bermotor harus berbagi ruang dengan pelajar yang berjalan kaki, menyeberang jalan, maupun siswa yang dijemput oleh orang tua.
Kepala Dishub KSB, Muhammad Suharno, S.Sos., M.M.Inov., mengatakan pengawasan ZoSS merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman bagi anak-anak sekolah.
“Pengawasan Zona Selamat Sekolah ini kita lakukan sebagai bentuk komitmen Dinas Perhubungan dalam memberikan rasa aman kepada para pelajar, terutama saat mereka berangkat dan pulang sekolah. Kita ingin kawasan sekolah benar-benar menjadi zona yang aman bagi anak-anak,” ujar Suharno. Jum’at (7/8/2026).
Menurutnya, keberadaan ZoSS tidak boleh hanya dipahami sebagai pemasangan rambu dan marka lalu lintas. Kawasan tersebut harus benar-benar menjadi area yang membuat pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di sekitar sekolah.
“Yang kita awasi bukan hanya keberadaan rambu dan marka, tetapi juga perilaku pengguna jalan. Kendaraan yang melintas di kawasan sekolah harus mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas anak-anak cukup tinggi,” jelasnya.
Suharno mengatakan, kecepatan kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan ketika melintasi kawasan sekolah. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan dan memberikan ruang yang cukup bagi pelajar yang hendak menyeberang maupun beraktivitas di sekitar jalan.
Selain persoalan kecepatan, Dishub KSB juga memberikan perhatian terhadap kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan di sekitar pintu masuk sekolah. Kondisi tersebut dapat mengganggu arus lalu lintas sekaligus mengurangi jarak pandang pengendara terhadap pelajar.
“Kita juga mengingatkan pengendara agar tidak parkir atau berhenti sembarangan di depan sekolah. Jangan sampai kendaraan yang berhenti justru mengganggu pandangan dan membahayakan anak-anak ketika hendak menyeberang,” tegas Suharno.
Menurutnya, keselamatan pelajar tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah melalui Dishub. Diperlukan keterlibatan pihak sekolah, orang tua, masyarakat serta seluruh pengguna jalan untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas di kawasan pendidikan.
“Keselamatan pelajar ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Dishub tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan tentunya para pengendara untuk sama-sama menjaga kawasan sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap ZoSS juga perlu dibarengi dengan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan lalu lintas yang tersedia. Rambu, marka, serta perlengkapan pendukung lainnya harus dapat terlihat dan berfungsi dengan baik sehingga memberikan informasi yang jelas kepada pengguna jalan.
“Kita akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi Zona Selamat Sekolah. Kalau ada fasilitas yang perlu diperbaiki, seperti rambu, marka atau perlengkapan keselamatan lainnya, tentu akan kita koordinasikan dan tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Dishub KSB juga mendorong adanya edukasi keselamatan lalu lintas kepada para pelajar. Edukasi tersebut dinilai penting agar anak-anak memahami cara menyeberang jalan yang aman serta mengenali rambu dan marka yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
Di sisi lain, orang tua yang mengantar maupun menjemput anak juga diharapkan ikut menjaga ketertiban. Kendaraan sebaiknya tidak berhenti di lokasi yang mengganggu arus lalu lintas maupun menutup akses penyeberangan siswa.
Suharno menegaskan, pengawasan ZoSS merupakan bagian dari upaya pencegahan sebelum terjadinya kecelakaan. Dengan meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, potensi kecelakaan yang melibatkan pelajar diharapkan dapat ditekan.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa ketika memasuki kawasan sekolah, pengendara harus lebih berhati-hati. Jangan terburu-buru. Anak-anak adalah pengguna jalan yang harus kita lindungi bersama,” pungkasnya. (Hen).
