Sumbawa Barat – Menjelang kedatangan tongkang pengangkut batu bara yang akan berlabuh di Pelabuhan Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Perhubungan (Dishub) KSB mengingatkan seluruh perusahaan dan sopir kendaraan pengangkut batu bara untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses distribusi menuju Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kertasari.
Kepala Dinas
Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat, Muhammad
Suharno, S.Sos., M.M.Inov., mengatakan, perhatian khusus perlu diberikan
terhadap potensi tumpahan batu bara selama perjalanan. Pasalnya, jalur yang
dilalui kendaraan pengangkut cukup panjang dan melewati sejumlah ruas jalan
utama yang digunakan masyarakat.
“Jalur
pengangkutan ini cukup panjang, mulai dari Pelabuhan Benete di Desa Benete,
Kecamatan Maluk, hingga menuju PLTU yang berada di Desa Kertasari, Kecamatan
Taliwang. Karena itu, kami mengimbau para sopir untuk benar-benar memperhatikan
kondisi muatan selama perjalanan,” ujar Suharno saat dihubungi media, Minggu (02/08/2026).
Menurutnya,
tumpahan batu bara di badan jalan tidak boleh dianggap sebagai persoalan
sepele. Material yang tercecer dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas
sekaligus membahayakan keselamatan para pengguna jalan, terutama pengendara
sepeda motor.
Suharno
menegaskan, jangan sampai tumpahan batu bara kembali terjadi di jalur utama
yang menghubungkan kawasan industri dan Pelabuhan Benete dengan wilayah
lainnya. Sebab, apabila material tersebut menutupi sebagian badan jalan,
kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan sehingga arus lalu lintas
dapat terganggu.
“Ini sangat
berbahaya. Apalagi kalau kondisi hujan, jalan yang terkena tumpahan material
bisa menjadi semakin licin. Kondisi seperti ini tentu berpotensi membahayakan
pengendara, khususnya kendaraan roda dua,” tegasnya.
Ia
menjelaskan, Dishub KSB telah melakukan koordinasi dengan perusahaan yang
terlibat dalam kegiatan pengangkutan batu bara. Koordinasi tersebut dilakukan
sebagai langkah antisipasi agar apabila terjadi tumpahan di sepanjang jalur
pengangkutan, perusahaan dapat segera melakukan penanganan dan pembersihan.
Dishub juga
meminta perusahaan angkutan untuk memastikan setiap kendaraan yang membawa batu
bara memenuhi ketentuan keselamatan sebelum meninggalkan area pelabuhan. Salah
satunya dengan memastikan muatan ditutup secara rapat dan sesuai dengan standar
operasional yang berlaku.
“Perusahaan
angkutan harus memastikan muatannya tertutup dengan baik. Jangan sampai ada
material yang jatuh atau tercecer sepanjang perjalanan. Ini merupakan tanggung
jawab bersama untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata
Suharno.
Selain
persoalan keselamatan, pembersihan material yang tercecer di jalan juga dinilai
penting untuk menjaga kondisi ruas jalan tetap aman dan nyaman dilalui
masyarakat. Karena itu, perusahaan diminta tidak menunggu adanya keluhan dari
masyarakat apabila ditemukan tumpahan batu bara di jalur pengangkutan.
Suharno
menambahkan, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan
angkutan berat yang melintas di jalur tersebut. Pengawasan dilakukan sebagai
bagian dari upaya memastikan aktivitas pengangkutan berjalan tertib serta tidak
menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan.
“Kami akan
terus melakukan pengawasan. Yang paling utama adalah bagaimana aktivitas
pengangkutan ini tetap berjalan, tetapi aspek keselamatan masyarakat dan
pengguna jalan juga harus menjadi perhatian,” jelasnya.
Ia berharap
seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan batu bara dapat
menjalankan tanggung jawabnya masing-masing. Para sopir diminta berhati-hati
selama perjalanan, sementara perusahaan harus memastikan kendaraan dan muatan
memenuhi ketentuan keselamatan.
“Dengan
langkah antisipasi tersebut, kami berharap tidak terjadi lagi tumpahan batu
bara di sepanjang jalur Pelabuhan Benete menuju PLTU Kertasari. Aktivitas
distribusi batu bara diharapkan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu arus
lalu lintas maupun membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan
umum,” pungkasnya. (Hen).
