‎Gerak Jalan Tepat Waktu, DLH KSB Ajak Peserta Jaga Kebersihan Rute ‎

SUMBAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menggelar berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sumbawa Barat ke-23 tahun. Salah satu kegiatan yang tengah berlangsung adalah Gerak Jalan Tepat Waktu yang dipusatkan di kawasan Komplek Kemutar Telu Center (KTC) dan sejumlah ruas jalan yang menjadi rute peserta.

‎Kegiatan tersebut diperkirakan menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Selain peserta dan panitia, masyarakat juga turut memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan kemeriahan kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Harlah KSB tersebut.

‎Di balik kemeriahan kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turut memberikan perhatian terhadap potensi timbulan sampah yang muncul selama kegiatan berlangsung.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., mengimbau seluruh peserta, panitia maupun masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga kebersihan kawasan KTC dan sepanjang rute gerak jalan.

‎Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak orang tentu berpotensi menghasilkan sampah, terutama dari kemasan makanan dan minuman. Karena itu, kesadaran setiap individu menjadi kunci agar kegiatan berlangsung meriah tanpa meninggalkan persoalan sampah setelah acara selesai.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh peserta gerak jalan, panitia maupun masyarakat yang menonton untuk tidak membuang sampah sembarangan di kompleks KTC dan sepanjang rute gerak jalan,” ujar Aku Nur Rahmadin.

‎Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau DLH. Seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.

‎Untuk memudahkan masyarakat, DLH KSB mengajak seluruh peserta dan penonton menerapkan tiga langkah sederhana menjaga kebersihan rute gerak jalan.

‎Langkah pertama adalah “Kantongi Dulu”. Jika tidak menemukan tempat sampah di sekitar lokasi, masyarakat diminta menyimpan terlebih dahulu sisa makanan, bungkus makanan maupun kemasan minuman hingga menemukan tempat sampah yang tersedia.

‎Langkah kedua yaitu “Bawa Tumbler”. Masyarakat diajak menggunakan botol minuman yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama mengikuti maupun menyaksikan kegiatan.

‎Sedangkan langkah ketiga adalah “Buang pada Tempatnya”. Peserta dan masyarakat diminta memanfaatkan kantong sampah serta titik-titik tempat sampah yang disediakan oleh panitia di sepanjang rute gerak jalan.

‎Aku Nur Rahmadin berharap tiga langkah sederhana tersebut dapat menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya selama peringatan Harlah KSB, tetapi juga dalam berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

‎Menurutnya, semangat memperingati hari jadi daerah seharusnya tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan berbagai kegiatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih akan membuat seluruh rangkaian kegiatan terasa lebih nyaman bagi peserta maupun masyarakat.

‎Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan contoh kepada generasi muda bahwa kegiatan bersama dapat berlangsung meriah sekaligus tetap menjaga kebersihan. Kesadaran untuk membawa kembali sampah atau membuangnya pada tempat yang disediakan merupakan bentuk tanggung jawab sederhana terhadap lingkungan.

‎Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kondisi lingkungan setelah kegiatan berakhir.

‎“Langkah kaki boleh berjejak, tapi sampah jangan ditinggal di jalan raya,” pesan Kepala DLH KSB.

‎Dengan kolaborasi antara panitia, peserta, masyarakat dan petugas kebersihan, DLH KSB berharap pelaksanaan Gerak Jalan Tepat Waktu dalam rangka Harlah Kabupaten Sumbawa Barat ke-23 dapat berlangsung meriah, aman, tertib dan tetap meninggalkan lingkungan yang bersih.

‎"Dengan demikian, semangat perayaan Harlah KSB pun kami harapkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Kebersihan kawasan KTC dan seluruh rute kegiatan menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat yang nyaman, sehat dan peduli terhadap lingkungan," pungkasnya. (Hen).