‎PT Trakindo Utama Hibahkan Alat Praktik ke SMKN 1 Taliwang, Perkuat Kompetensi Siswa Hadapi Dunia Industri ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Peralatan yang selama ini identik dengan dunia industri kini hadir di ruang praktik SMK Negeri 1 Taliwang. PT Trakindo Utama secara resmi menyerahkan hibah satu set alat praktik berupa Engine & Power Train System kepada SMKN 1 Taliwang, Rabu (23/9/2026).

‎Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi pengembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Kehadiran peralatan praktik dengan karakteristik standar industri diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa, khususnya dalam memahami teknologi alat berat.

‎Hibah tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas pembelajaran. Lebih jauh, peralatan itu diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pengetahuan yang diperoleh siswa di dalam kelas dengan kondisi dan teknologi yang mereka temui ketika memasuki dunia industri.

‎Dengan adanya fasilitas tersebut, siswa tidak hanya dituntut memahami teori mengenai mesin dan sistem penggerak, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat, mengenali dan mempelajari komponen secara langsung.

‎Penyerahan bantuan tersebut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Badaruddin Duri, S.Pi., Kepala UPTD BLK Sumbawa Barat, Randi Darmansyah, S.Ip., serta perwakilan PT Trakindo Utama Cabang Batu Hijau, yakni HRD Manager M. Dipoalam dan Teknikal Support Yunanto Sigit Nugroho.

‎Turut hadir Kepala SMKN 1 Taliwang, Ketua Komite, para guru, serta orang tua dan wali murid. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak.

Kepala SMKN 1 Taliwang, Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Trakindo Utama serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan DPRD KSB yang turut mendukung terealisasinya bantuan tersebut.

‎Menurut Muhammad Nasir, keberadaan alat praktik tersebut memiliki arti penting bagi sekolah. Fasilitas pembelajaran yang mendekati kondisi industri akan membantu siswa memperoleh pengalaman praktik yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

‎“Bantuan ini tentu menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan vokasi di sekolah kami. Kami berkomitmen mengawal dan memanfaatkan bantuan ini secara maksimal untuk meningkatkan kompetensi siswa agar mereka nantinya siap diserap dunia kerja, khususnya di kampung halaman sendiri,” ujar Muhammad Nasir.

‎Ia menegaskan, sekolah akan memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna alat, tetapi memahami fungsi, sistem kerja, perawatan hingga aspek keselamatan dalam pengoperasiannya.

‎Muhammad Nasir berharap hibah tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara SMKN 1 Taliwang dengan PT Trakindo Utama dan berbagai perusahaan lainnya. Menurutnya, keterlibatan dunia industri sangat dibutuhkan untuk memastikan pendidikan vokasi terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.

‎"Kolaborasi semacam ini juga membuka peluang bagi sekolah untuk memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri. Semakin kuat hubungan tersebut, semakin besar pula peluang siswa mendapatkan pengalaman, wawasan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan," jelasnya.

‎Di sisi lain, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD juga dinilai penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Sumbawa Barat. Sekolah membutuhkan fasilitas, dunia industri membutuhkan tenaga kerja terampil, sementara pemerintah memiliki peran dalam menciptakan ruang kolaborasi agar kebutuhan tersebut dapat dipertemukan.

‎"Bantuan alat praktik dari PT Trakindo Utama ini bukan hanya tentang satu set mesin yang masuk ke lingkungan sekolah. Lebih dari itu, hibah tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan dan dunia industri dapat berjalan beriringan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan," beber Muhammad Nasir.

‎Dengan fasilitas yang semakin lengkap, SMKN 1 Taliwang diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis, pengalaman praktik dan budaya keselamatan kerja yang kuat.

‎Pada akhirnya, alat industri yang kini berada di ruang praktik SMKN 1 Taliwang membawa satu pesan penting: semakin dekat pembelajaran dengan dunia kerja, semakin siap pula siswa menghadapi dunia industri.

‎"Kami berharap sinergi positif dengan PT Trakindo Utama, pemerintah daerah, DPRD dan berbagai mitra industri lainnya dapat terus diperluas. Sebab, untuk membangun pendidikan vokasi yang kuat, sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi agar setiap siswa memiliki kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang relevan dan tumbuh menjadi tenaga kerja muda yang kompeten, percaya diri dan berdaya saing," tukasnya.

Sementara itu, Teknikal Support PT Trakindo Utama, Yunanto Sigit Nugroho, menjelaskan bahwa komponen Engine GP-Iveco yang dihibahkan kepada SMKN 1 Taliwang masih dalam kondisi prima dan memiliki kualitas yang baik untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

‎Menurut Yunanto, unit tersebut sebelumnya merupakan bagian dari kendaraan atau truk yang secara administratif harus melalui proses penghapusan aset atau disposal. Namun, daripada komponen yang masih memiliki nilai edukasi tersebut tidak dimanfaatkan, PT Trakindo memilih mengalihkannya untuk kepentingan pendidikan.

‎Langkah tersebut menjadi bentuk pemanfaatan kembali aset industri dalam konteks pendidikan. Komponen yang sudah tidak digunakan dalam operasional perusahaan justru mendapatkan kehidupan baru sebagai media pembelajaran bagi generasi muda.

‎“Komponen ini masih sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran. Kami berharap siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sistem yang mereka pelajari secara teori bekerja pada komponen sebenarnya,” jelas Yunanto.

‎Alat praktik tersebut nantinya dapat dimanfaatkan terutama oleh siswa kelas XI dan XII. Materi pembelajaran yang dapat diperkuat melalui fasilitas tersebut mencakup mekanikal, sistem transmisi, fuel pump, diferensial hingga berbagai komponen pendukung lainnya.

‎"Tidak kalah penting, siswa juga dapat mempelajari aspek keselamatan dan kesehatan kerja atau safety. Hal ini menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi karena keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap keselamatan ketika bekerja," tegas Yunanto.

‎Bagi pendidikan kejuruan, kemampuan mengoperasikan dan memahami peralatan saja tidak cukup. Lulusan juga harus memiliki kedisiplinan, ketelitian dan kesadaran terhadap prosedur keselamatan kerja agar mampu beradaptasi ketika memasuki lingkungan industri yang sesungguhnya.

‎Karena itu, keberadaan alat praktik tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang semakin mendekati kondisi dunia kerja. Siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui gambar, buku atau penjelasan di ruang kelas.

‎"Kehadiran fasilitas baru ini, kami harapkan mampu membangkitkan motivasi siswa. Peralatan yang secara langsung berkaitan dengan teknologi industri dapat menjadi pemicu bagi siswa untuk semakin tertarik mendalami bidang teknik dan mengembangkan keterampilan mereka," pungkasnya. (Jul).