‎Curah Hujan Tinggi Picu Gagal Panen Jagung di Kertasari ‎

Taliwang, Sumbawa Barat — Gagal panen jagung yang terjadi di Desa Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, dipastikan bukan disebabkan oleh serangan hama, melainkan akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas hujan yang meningkat mengakibatkan sejumlah lahan pertanian jagung terendam air sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

‎Kepala Desa Kertasari, Syarifuddin, S.I.P., menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama penyebab kerusakan tanaman jagung milik petani. Menurutnya, genangan air yang terjadi di lahan pertanian membuat tanaman jagung membusuk dan gagal berkembang.

‎"Berdasarkan data sementara, sekitar 15 lahan pertanian jagung terdampak akibat kondisi tersebut. Dari jumlah itu, lahan terluas yang mengalami gagal panen mencapai sekitar 1 hektar, sementara sebagian petani hanya mampu menyelamatkan sekitar 20 are tanaman jagung yang masih bisa dipanen," ungkap Kades, saat diwawancarai media, Jumat (6/2/2026).

‎Syarifuddin mengatakan, sebelumnya tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama dinas terkait telah melakukan pendataan terhadap petani yang mengalami gagal panen. Namun hingga saat ini, hasil pendataan tersebut belum direalisasikan dalam bentuk bantuan kepada petani.

‎“Kami berharap dinas terkait dapat segera menindaklanjuti hasil pendataan tersebut, khususnya dengan memberikan bantuan bibit jagung agar petani bisa kembali melakukan penanaman pada musim tanam berikutnya,” ujar Syarifuddin.

‎Ia menambahkan, bantuan benih jagung sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani masyarakat. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan mampu membantu memulihkan kondisi ekonomi petani yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem.

‎"Sektor pertanian jagung menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Desa Kertasari. Jika gagal panen terus terjadi tanpa adanya penanganan cepat, maka dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan masyarakat serta ketahanan ekonomi desa," ungkapnya.

‎Pemerintah Desa Kertasari, lanjutnya, terus berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait agar bantuan dapat segera disalurkan. Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membantu petani bangkit pasca gagal panen.

‎Selain bantuan bibit, pendampingan teknis kepada petani juga dinilai penting untuk menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. Edukasi terkait pola tanam dan pengelolaan lahan di tengah kondisi iklim ekstrem diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang.

‎"Kami berharap adanya respon cepat dari dinas terkait agar produktivitas pertanian jagung di Desa Kertasari dapat kembali pulih. Dengan adanya dukungan tersebut, petani diharapkan dapat melanjutkan aktivitas pertanian secara berkelanjutan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat desa." pungkasnya. (J).