Taliwang, Sumbawa Barat – Aula Kantor Camat Taliwang, Sabtu siang (7/2/2026), menjadi saksi lahirnya semangat baru dalam tubuh Fans of Rhoma and Soneta (FORSA) Kabupaten Sumbawa Barat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FORSA Nusa Tenggara Barat secara resmi melantik kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FORSA KSB.
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda
seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum penyegaran organisasi
sekaligus peneguhan arah perjuangan FORSA di daerah. Setelah sebelumnya
dipimpin Hj. Halimah, tongkat estafet kepemimpinan kini beralih kepada Wirawan
Mappaconga sebagai Ketua DPC FORSA KSB.
Pergantian kepemimpinan ini berdasarkan Surat
Keputusan DPP FORSA Nomor 10/SK/DPP-FORSA/II/2026, yang merupakan perubahan
atas SK Nomor 102/SK/DPP-FORSA/VIII/2023.
Dalam suasana penuh keakraban dan
kekeluargaan, Wirawan Mappaconga menyampaikan pesan yang menegaskan arah
kepemimpinannya ke depan. Ia menekankan bahwa organisasi harus menjadi ruang
pengabdian, bukan sarana mencari keuntungan pribadi.
“Siapa yang siap memimpin organisasi, maka
wajib baginya siap untuk berkorban harta, waktu, dan tenaga. Jangan jadikan
organisasi sebagai jalur untuk mendapatkan harta dan kuasa. Sebarkan kelayakan
dan kebaikan FORSA, agar setiap tempat bisa mempersiapkan talenta untuk
bersaing, dari desa hingga tingkat nasional,” tegas Wirawan.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh
para pengurus dan anggota yang hadir. Bagi mereka, FORSA bukan sekadar
komunitas penggemar musik dangdut, tetapi juga wadah pembinaan, pengabdian
sosial, serta ruang harapan bagi generasi muda daerah.
“Ke depan, DPC FORSA Kabupaten Sumbawa Barat
berkomitmen fokus pada pembinaan talenta seni, khususnya di bidang tarik suara
dangdut. Saat ini, FORSA KSB tengah mempersiapkan dukungan penuh bagi putri
terbaik Sumbawa Barat yang akan mewakili Nusa Tenggara Barat dalam ajang
finalis audisi nasional FORSA,” jelasnya.
Ajang tersebut berada langsung di bawah
bimbingan H. Rhoma Irama serta naungan Soneta Group, sehingga menjadi peluang
besar bagi talenta daerah untuk menembus panggung nasional.
“Kami menargetkan pelaksanaan audisi
berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Melalui langkah tersebut, Insyaallah FORSA KSB mampu menjadi jembatan lahirnya
penyanyi-penyanyi daerah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter
kuat.” Pungkasnya. (Hen).
.png)
