Taliwang, Sumbawa Barat — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026 yang berlangsung di Hanipati Resto, Kecamatan Taliwang, Kamis (16/04/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Wakil Sekretaris
Jenderal DPP PKB, Zainul Munasichin, serta sejumlah tokoh penting lainnya.
Turut hadir Anggota DPRD KSB dari PKB, Andi Laweng, SH., M.H., dan Kondi
Pranata, perwakilan DPW PKB NTB, Kepala Badan Kesbangpol KSB, Kepala Kantor Kemenag KSB, perwakilan partai
lain, serta seluruh pengurus DPC PKB KSB.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB KSB, Sudarli, S.Pd., menyampaikan refleksi
perjalanan panjang PKB di Kabupaten Sumbawa Barat yang penuh dinamika dan
tantangan.
Sudarli mengungkapkan bahwa awal mula dirinya menerima mandat sebagai Ketua
DPC PKB KSB merupakan momen yang tidak terlupakan dalam hidupnya.
“Saya menerima mandat menjadi Ketua DPC PKB KSB itu di atas kapal saat
hendak menyeberang dari Lombok ke Pulau Sumbawa. Saya ditelepon dan diminta
kembali ke Lombok untuk menerima mandat tersebut,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk memimpin PKB di Sumbawa Barat bukanlah
hal yang mudah. Bahkan, ia sempat menghadapi konflik internal yang cukup keras.
“Perjuangan itu tidak mudah. Bahkan saya hampir sempat adu parang dengan
pesaing saya untuk mendapatkan kursi Ketua DPC PKB ini,” ujarnya.
Namun demikian, konflik tersebut berhasil ia selesaikan dengan pendekatan persuasif. Ia mampu merangkul seluruh kubu yang sebelumnya menjadi rival politik di internal partai.
“Kubuh-kubuh yang menjadi pesaing saat itu bisa saya satukan, saya rangkul,
sehingga PKB KSB bisa menjadi seperti sekarang ini,” tambahnya.
Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah
berdirinya PKB di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia berharap nilai-nilai perjuangan
itu dapat dijaga oleh generasi penerus.
Sudarli juga memaparkan capaian PKB KSB dalam setiap pemilu. Pada Pemilu
2009, PKB berhasil meraih satu kursi di DPRD KSB. Kemudian meningkat menjadi
dua kursi pada 2014, dan mampu mempertahankan dua kursi pada Pemilu 2019 serta
2024.
Ia mengakui bahwa persaingan politik di Kabupaten Sumbawa Barat sangat
ketat. Bahkan ia menyebut seluruh daerah pemilihan (dapil) di wilayah tersebut
sebagai “dapil neraka”.
“Kompetitor di Sumbawa Barat ini cukup berat. Semua dapil yang ada bisa
dikatakan dapil neraka, berbeda dengan daerah lain di Pulau Sumbawa maupun
NTB,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung realitas politik lokal yang menurutnya
membutuhkan kekuatan finansial. Namun, PKB KSB tetap konsisten bergerak dengan
cara-cara tradisional.
“Di samping figur, katanya orang Sumbawa Barat harus ada isi tasnya. Tetapi
DPC PKB KSB tetap bergerak secara tradisional. Alhamdulillah hingga saat ini kita
bisa mempertahankan dua kursi,” katanya.
Terkait regenerasi kepemimpinan, Sudarli menegaskan bahwa peluang untuk menjadi Ketua DPC PKB KSB terbuka bagi siapa saja yang memiliki kapasitas dan komitmen membesarkan partai.
Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal partai agar tidak
terjadi konflik yang dapat merugikan organisasi.
“Internal PKB harus kita jaga. Jangan sampai terjadi gontok-gontokan di
dalam. Tradisi kita adalah duduk bersama dan menyelesaikan persoalan secara
internal,” tegasnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa seluruh kader harus tetap solid jika
menghadapi tekanan dari pihak luar.
“Kalau ada yang mencubit dari luar, maka kita harus pasang badan untuk
menjaga marwah partai,” lanjutnya.
Sudarli juga memberikan target bagi kepemimpinan selanjutnya, yakni
meningkatkan jumlah kursi DPRD KSB dari dua menjadi minimal tiga kursi.
“Ke depan harus ada minimal tiga kursi dari tiga dapil. Jangan sampai
berkurang,” ujarnya.
Ia bahkan menyampaikan dengan tegas bahwa jika jumlah kursi berkurang, maka
kepemimpinan sebelumnya dinilai lebih berhasil.
“Kalau berkurang, berarti masih hebat yang lama, yakni saya sendiri,” ucapnya dengan nada bercanda yang disambut tawa peserta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan Ketua DPC PKB kini tidak lagi melalui pemilihan langsung, melainkan berdasarkan penilaian kinerja sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis dari DPP PKB.
“Karena itu terbuka untuk semua kader yang memiliki kinerja baik dan mampu
membesarkan PKB,” katanya.
Di akhir sambutannya, Sudarli menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh
kader dan pengurus partai atas segala kekurangan selama dirinya memimpin sejak
tahun 2007 hingga saat ini.
“Saya selaku Ketua DPC PKB KSB yang masih menjabat, memohon maaf
sebesar-besarnya apabila selama menjalankan partai ini terdapat kekhilafan,”
tutupnya.
Muscab DPC PKB KSB 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam menentukan
arah baru kepemimpinan serta memperkuat posisi PKB di kancah politik Kabupaten
Sumbawa Barat ke depan. (Hen).




