MATARAM, 16 April 2026 – Sejumlah pemuda dan pemudi yang mengatasnamakan perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abu Bakar Al Habsyi. Pernyataan tersebut dinilai telah melukai perasaan para guru, ulama, kiai, dan santri di seluruh penjuru Indonesia, khususnya di wilayah Madura.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan secara terbuka, juru bicara kelompok pemuda tersebut menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Abu Bakar Al Habsyi merupakan tindakan yang mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap institusi keagamaan dan tokoh masyarakat.
"Kami dari pemuda-pemudi Nusa Tenggara Barat mengecam keras Abu Bakar Al Habsyi atas pernyataannya yang kami nilai mencederai para guru, ulama, dan santri di seluruh wilayah Indonesia. Padahal, beliau diusung oleh partai Islam, yakni Partai Keadilan Sejahtera," ujar perwakilan pemuda dalam video pernyataan sikapnya.
Poin-Poin Tuntutan:
Dalam pernyataan tersebut, kelompok pemuda NTB menyampaikan dua poin utama:
• Tuntutan Maaf Terbuka: Mendesak Abu Bakar Al Habsyi untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan terbuka kepada para guru, kiai, dan santri, terutama yang berada di Madura.
• Tenggat Waktu 2x24 Jam: Memberikan waktu selama 2x24 jam bagi yang bersangkutan untuk merespons tuntutan tersebut.
• Ancaman Aksi Lanjutan: Apabila dalam waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik atau permohonan maaf, kelompok pemuda NTB berkomitmen untuk melakukan konsolidasi nasional guna melaksanakan aksi gelombang besar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan sikap ini ditutup dengan pekikan semangat untuk membela kehormatan kiai, ulama, dan santri sebagai pilar penting bangsa. Hingga berita ini diturunkan, pihak Abu Bakar Al Habsyi maupun DPP PKS belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut. (S).

