‎Nelayan Poto Tano Temukan Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas di Perairan Tua Nanga ‎

Sumbawa Barat – Warga Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang mengapung di perairan Tua Nanga, tepatnya di sekitar Pulau Dua, pada Minggu (19/7/2026).

‎Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan asal Desa Poto Tano bernama Sopian saat sedang melaut di kawasan perairan tersebut. Setelah menemukan jasad yang mengapung, Sopian segera melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

‎Kapolsek Poto Tano, IPDA Abdul Gafir, membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di wilayah perairan Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano.

‎"Benar, telah ditemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di perairan Tua Nanga, dekat Pulau Dua. Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Sopian, warga Desa Poto Tano," ujar IPDA Abdul Gafir kepada media, Minggu (19/7/2026).

‎Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Poto Tano bersama pihak terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban.

‎Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus mengidentifikasi identitas korban.

‎"Hingga saat ini identitas korban masih belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan dokumen ataupun identitas yang melekat pada tubuh korban saat dievakuasi," ungkapnya.

‎Namun demikian, berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kepolisian, terdapat dugaan bahwa mayat tersebut merupakan seorang pria asal Kabupaten Lombok Timur yang sebelumnya dilaporkan hilang pada 17 Juli 2026.

‎"Dugaan sementara, korban merupakan warga Lombok Timur yang beberapa hari lalu dikabarkan hilang. Namun demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan proses identifikasi untuk memastikan identitas korban," jelas Abdul Gafir.

‎Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta keluarga yang melaporkan adanya anggota keluarga hilang guna mencocokkan data identitas korban.

‎Kapolsek mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam beberapa hari terakhir agar segera mendatangi RSUD Asy-Syifa atau menghubungi pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.

‎"Kasus penemuan mayat tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban sekaligus memastikan identitasnya sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya. (Hen).