‎Video Viral Anak Panti di Bali Tuai Polemik, Yayasan Baiti Nurjannah Beri Klarifikasi, Pemilik Kos Sampaikan Bantahan ‎


Taliwang, Sumbawa Barat – Video yang memperlihatkan sejumlah anak asuh Yayasan Panti Asuhan Baiti Nurjannah berada di sebuah rumah kos di Bali viral di media sosial dan memicu beragam reaksi publik. Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, pihak yayasan memberikan klarifikasi bahwa keberadaan anak-anak tersebut bukan karena ditelantarkan, melainkan sedang menjalani proses pengobatan medis di Bali. Namun, penjelasan tersebut mendapat bantahan dari pemilik rumah kos yang selama ini menampung mereka.

‎Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Baiti Nurjannah menjelaskan bahwa keberangkatan anak-anak ke Bali telah direncanakan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan medis yang tidak dapat dilakukan di daerah. Menurutnya, seluruh anak tetap berada dalam pendampingan pengurus selama menjalani proses pengobatan.

‎"Kami ingin meluruskan informasi yang beredar di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Anak-anak berada di Bali untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan medis dengan pendampingan penuh dari pengurus, bukan ditelantarkan seperti narasi yang beredar," ujar pimpinan yayasan kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

‎Ia juga menjelaskan bahwa pada awal kedatangan di Bali, rombongan anak-anak dan para pendamping menginap di sebuah hotel. Namun, demi menekan biaya operasional selama menjalani proses pengobatan yang berlangsung cukup lama, mereka kemudian berpindah ke sebuah rumah kos setelah mendapatkan rekomendasi dari salah seorang rekan melalui media sosial Facebook.

‎Menurut pihak yayasan, setelah berpindah ke rumah kos tersebut, baru diketahui bahwa pemilik kos merupakan warga asal Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Yayasan berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui keseluruhan fakta.

‎Pihak yayasan menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memastikan seluruh anak asuh dapat menyelesaikan proses pemeriksaan dan pengobatan dengan baik sehingga dapat kembali ke Kabupaten Sumbawa Barat dalam kondisi sehat. Yayasan juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman yang lebih luas.

Namun demikian, klarifikasi tersebut mendapat tanggapan dari Bu Mey, pemilik rumah kos di Bali yang menjadi tempat tinggal sementara enam anak asuh beserta pendampingnya. Bu Mey menyampaikan bahwa dirinya memiliki pengalaman berbeda selama mendampingi keberadaan anak-anak tersebut dan merasa perlu memberikan penjelasan kepada publik.

‎Bu Mey menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menyudutkan pihak yayasan. Menurutnya, seluruh bantuan yang diberikan murni didasari rasa kemanusiaan setelah melihat kondisi anak-anak selama berada di Bali.

‎"Saya tidak bermaksud menjatuhkan siapa pun. Saya hanya ingin membantu anak-anak ini karena saya melihat langsung kondisi mereka. Tempat tinggal saya gratiskan karena kasihan, tetapi saya berharap kebutuhan dasar mereka juga menjadi perhatian pihak yang bertanggung jawab," ujar Bu Mey.

‎Menurut Bu Mey, selama beberapa bulan tinggal di rumah kos miliknya, biaya sewa tidak pernah dibebankan kepada pihak yayasan. Ia mengaku memberikan tempat tinggal secara cuma-cuma karena mempertimbangkan kondisi anak-anak. Namun, ia mengklaim prihatin terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka.

‎Bu Mey mengaku beberapa kali menerima pesan WhatsApp dari anak-anak maupun pendamping yang mengeluhkan kekurangan makanan serta kebutuhan dasar lainnya, seperti susu dan popok. Ia menyebut telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak yayasan, namun menurut pengakuannya, respons yang diterima masih sebatas permintaan untuk bersabar.

‎"Anak-anak sering menghubungi saya dan mengatakan mereka lapar. Saya kemudian mencoba menghubungi pihak yayasan, tetapi jawaban yang saya terima hanya diminta bersabar karena sedang berusaha. Saya menyampaikan ini karena saya memikirkan kondisi anak-anak," ungkapnya.

‎Menanggapi polemik yang berkembang, kedua belah pihak sama-sama berharap persoalan ini tidak semakin melebar dan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak asuh. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan terhadap kondisi anak-anak tersebut. 

‎Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak apabila terdapat informasi tambahan atau perkembangan baru terkait persoalan tersebut. (Jul).