Sumbawa Barat – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh kalangan pemuda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Aktivis muda KSB, Muhammad Bakar, yang akrab disapa Beko, menyalurkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (8/7/2026).
Kehadiran Beko di lokasi kebakaran merupakan bentuk empati dan solidaritas terhadap warga yang sedang menghadapi cobaan berat akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda karena musibah kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Beko menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga korban dengan harapan dapat sedikit meringankan beban yang tengah mereka rasakan.
"Kami hadir sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat sedikit membantu dan meringankan beban mereka," ujar Muhammad Bakar.
Ia mengatakan bahwa musibah dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Karena itu, menurutnya, sudah menjadi kewajiban bersama untuk saling membantu dan menguatkan ketika ada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Beko berharap aksi sosial yang dilakukannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, komunitas, maupun para dermawan lainnya agar ikut tergerak memberikan bantuan kepada korban kebakaran.
"Saya berharap apa yang kami lakukan hari ini bisa mengetuk hati saudara-saudara kita yang lain untuk ikut membantu. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi keluarga korban," ungkapnya.
Selain mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial, Beko juga berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dapat memberikan perhatian khusus kepada korban kebakaran, terutama dalam upaya pemulihan pascabencana.
Menurutnya, korban sangat membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak. Terlebih, salah satu anggota keluarga korban masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar yang membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk melanjutkan pendidikan.
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban dan segera membantu pembangunan rumah layak huni yang baru. Apalagi korban memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan tentu membutuhkan tempat tinggal yang nyaman untuk tumbuh dan belajar," katanya.
Beko mengaku merasa prihatin melihat kondisi keluarga korban yang untuk sementara waktu harus bertahan hidup dan beristirahat di tenda darurat setelah rumah mereka hangus dilalap api.
Pemandangan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dipupuk di tengah masyarakat agar setiap warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga para pemuda untuk terus bersinergi membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga proses pemulihan pascakebakaran dapat berjalan lebih cepat.
Di akhir keterangannya, Beko berharap keluarga korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani masa-masa sulit setelah musibah tersebut.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar korban segera bangkit dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan dukungan berbagai pihak." pungkasnya. (Hen)

