Jereweh, Sumbawa Barat – SD Negeri Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, menggelar sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah kepada para orang tua dan wali murid peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sekolah dalam membangun sinergi antara pihak sekolah dan keluarga sebelum dimulainya proses pembelajaran.
Sosialisasi
yang berlangsung di lingkungan SD Negeri Goa itu dihadiri Kepala Sekolah, guru
Wali Kelas, serta seluruh orang tua dan wali murid kelas I. Dalam kegiatan
tersebut, pihak sekolah menjelaskan secara menyeluruh konsep MPLS Ramah yang
akan dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin, 13 Juli hingga Jumat, 17 Juli 2026.
Kepala SD
Negeri Goa, Sudirmaji, S.Pd,
mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan agar orang tua
memahami tujuan, mekanisme, serta peran mereka dalam mendampingi anak menjalani
masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju sekolah dasar.
"Melalui
sosialisasi ini kami ingin menyamakan persepsi dengan para orang tua. Masa
transisi dari TK ke SD merupakan tahapan penting yang harus dilalui anak dengan
suasana yang menyenangkan. Dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan
proses adaptasi mereka di sekolah," ujar Sudirmaji dalam sambutannya, Rabu
(08/07/2026).
Ia
menjelaskan, pada tahun ajaran baru ini SD Negeri Goa menerima 31 peserta didik baru yang akan dibagi
ke dalam dua rombongan belajar.
Pembagian tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dan pendampingan terhadap
peserta didik dapat berlangsung lebih efektif sehingga guru lebih mudah
mengenali karakter serta kebutuhan belajar setiap anak.
Menurut
Sudirmaji, pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah, Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran
2026/2027, serta Program Kerja SD Negeri Goa Tahun Ajaran 2026/2027.
Ia
menegaskan bahwa tujuan utama MPLS Ramah bukan sekadar memperkenalkan
lingkungan sekolah, tetapi juga membantu peserta didik melewati masa transisi
menuju sekolah dasar secara aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Selama
kegiatan berlangsung, anak-anak akan dikenalkan dengan guru, teman baru, budaya
sekolah, tata tertib, serta berbagai pembiasaan positif yang akan diterapkan
selama enam tahun menempuh pendidikan di sekolah dasar.
"Yang
paling utama dalam MPLS Ramah adalah membangun karakter anak terlebih dahulu.
Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan rasa senang, percaya diri, dan
tanpa rasa takut. Pendidikan karakter menjadi fondasi sebelum mereka menerima
pembelajaran akademik," jelasnya.
Selain
penguatan karakter, sekolah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru
dan orang tua. Menurutnya, keberhasilan adaptasi anak tidak hanya menjadi
tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik antara
guru dan keluarga sehingga setiap perkembangan anak dapat dipantau bersama.
Dalam
pelaksanaan MPLS, peserta didik tidak akan dibebani dengan tuntutan akademik
seperti membaca, menulis, maupun berhitung secara formal. Sebaliknya, sekolah
akan menghadirkan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan
edukatif, menggambar, mewarnai, bernyanyi, bercerita, dan berbagai kegiatan
interaktif lainnya yang dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta belajar sejak
dini.
Tidak hanya
itu, peserta didik juga akan mengikuti kegiatan school tour dengan mengelilingi lingkungan sekolah. Mereka akan
dikenalkan dengan ruang kelas, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS),
kantor guru, tempat ibadah, halaman sekolah, hingga berbagai fasilitas lainnya.
Kegiatan tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan agar anak merasa
akrab dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama.
Melalui kegiatan MPLS Ramah, para guru juga akan mulai mengenali karakter, minat, bakat, serta potensi setiap peserta didik. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga guru akan memberikan pendampingan sesuai dengan perkembangan masing-masing tanpa memberikan tekanan maupun perlakuan yang sama kepada seluruh peserta didik.
SD Negeri
Goa juga menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang menerapkan prinsip non-diskriminatif dan inklusif.
Seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama untuk belajar tanpa membedakan
latar belakang, kondisi fisik, kemampuan, agama, suku, maupun status sosial.
Sekolah juga menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender sehingga setiap anak memiliki
kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Melalui
pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri Goa berharap seluruh
peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, mampu
beradaptasi secara positif, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,
mandiri, percaya diri, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
“Kami
optimistis, dengan dukungan penuh dari orang tua dan seluruh tenaga pendidik,
proses pendidikan anak akan berlangsung lebih berkualitas sejak hari pertama
mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar.” Pungkasnya. (Hen).

.jpeg)

