Labkesda KSB Belum Layani Masyarakat, Masih Menunggu Bantuan Alat dari Kemenkes

Taliwang, Sumbawa Barat — Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sumbawa Barat hingga kini belum dapat memberikan pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat. Fasilitas kesehatan yang dinilai strategis tersebut masih menjalankan aktivitas perkantoran dan administrasi sambil menunggu kedatangan peralatan laboratorium bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait jenis serta spesifikasi peralatan laboratorium yang akan diberikan kepada Labkesda KSB.

Menurutnya, seluruh dokumen yang menjadi persyaratan penerimaan bantuan dari pemerintah pusat telah dipenuhi. Bahkan, Dinkes KSB telah menandatangani dokumen pernyataan kesiapan menerima bantuan peralatan tersebut.

“Kita diposisi menunggu datangnya bantuan peralatan dari Kemenkes. Kami sudah tanda tangan semua dokumen berisikan pernyataan kesiapan menerima bantuan itu,” ujar dr. Carlof saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, belum beroperasinya pelayanan pemeriksaan di Labkesda KSB bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menyediakan anggaran untuk membeli peralatan laboratorium secara mandiri.

Menurut Carlof, langkah tersebut lebih berkaitan dengan prinsip efisiensi anggaran. Pemerintah daerah juga berupaya menghindari terjadinya tumpang tindih pengadaan apabila nantinya peralatan yang dibeli secara mandiri ternyata termasuk dalam daftar bantuan dari Kemenkes.

“Bukan kita tidak bisa beli alat lab, tetapi kami masih tunggu keputusan Kemenkes mana alat yang akan disiapkan dan mana yang tidak. Nanti kalau sudah ada keputusan, tentu alat yang tidak disediakan namun kita butuhkan, pasti akan kami upayakan pengadaannya,” tegasnya.

Dinkes KSB, kata dia, tidak ingin terburu-buru melakukan pengadaan peralatan sebelum pemerintah pusat memastikan jenis perangkat yang akan diberikan. Dengan demikian, anggaran daerah dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar belum tercakup dalam bantuan Kemenkes.

Sementara menunggu kepastian bantuan tersebut, aktivitas di Labkesda KSB tetap berjalan. Namun, kegiatan yang dilakukan saat ini masih sebatas aktivitas perkantoran, administrasi, serta persiapan teknis pelayanan.

Salah satu persiapan yang tengah dilakukan adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan berbagai pedoman pelayanan. Penyusunan tersebut dinilai penting agar setelah seluruh peralatan tersedia, Labkesda dapat segera menjalankan pelayanan tanpa harus kembali terkendala persoalan administratif.

Carlof mengungkapkan, kebutuhan prioritas Labkesda KSB sebenarnya cukup beragam. Salah satu yang dinilai penting adalah peralatan untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, terutama pengujian kualitas air dan sampel makanan.

Namun, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, bantuan awal dari Kemenkes lebih diarahkan pada perangkat untuk mendukung pemeriksaan penyakit infeksi.

“Prioritas kita sebenarnya adalah alat untuk uji lingkungan, seperti pemeriksaan kualitas air dan sampel makanan. Tetapi bantuan awal dari Kemenkes tampaknya lebih difokuskan pada perangkat pengujian penyakit infeksi,” ungkapnya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan tetap berupaya memenuhi kebutuhan peralatan yang belum masuk dalam paket bantuan pemerintah pusat. Langkah tersebut akan dilakukan setelah ada kepastian mengenai perangkat yang disiapkan oleh Kemenkes.

Carlof menegaskan, meskipun pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat belum dapat dimulai pada tahun ini, persiapan operasional tetap dilakukan secara bertahap. Dinkes KSB ingin memastikan Labkesda benar-benar siap ketika seluruh peralatan yang dibutuhkan telah tersedia.

“Tahun ini belum layanan jalan, tapi aktivitas perkantoran dan administrasinya kami pastikan sudah jalan. Kita siapkan SOP dan pedoman layanan sehingga saat peralatan bantuan Kemenkes datang, Labkesda bisa langsung melakukan pelayanan,” pungkas mantan Direktur RSUD Asy Syifa’ KSB tersebut. (Hen).