Taliwang, Sumbawa Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan melalui Pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi masyarakat umum yang dilaksanakan di Universitas Cordova, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (08/08/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) di Kabupaten Sumbawa Barat sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi aksi perubahan kinerja organisasi “Siaga Prima KSB” dan “TRC Satu Komando” pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat.
Pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., Wakil Rektor IV Universitas Cordova, Maslia Qomar, S.T., MPPM, Kepala Bidang PMSDK, dokter spesialis dari RSUD Asy-Syifa, tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga beserta alumni, serta diikuti mahasiswa dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, menyampaikan bahwa kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dalam situasi tersebut, menit-menit pertama memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keselamatan seseorang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.
“Dalam kondisi kegawatdaruratan, menit-menit pertama sangat menentukan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan pertama yang tepat sambil menunggu tim medis datang. Semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan ini, semakin besar peluang kita untuk meminimalkan risiko yang membahayakan pasien,” ujar dr. Carlof.
Menurutnya, pelatihan BLS memiliki keterkaitan erat dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan melalui program KSB Maju Kesehatan, salah satunya melalui layanan TRC Ambulans berbasis Puskesmas.
TRC Ambulans hadir sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk dalam merespons kondisi kegawatdaruratan. Namun, sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi, kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal menjadi bagian penting dari rantai penyelamatan.
“TRC Ambulans kita hadir untuk memberikan respons terhadap kegawatdaruratan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tetapi sistem ini akan semakin kuat apabila masyarakat juga memiliki kemampuan melakukan pertolongan awal. Inilah yang ingin kita bangun melalui pelatihan BLS, sehingga penanganan kegawatdaruratan tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan, tetapi masyarakat di sekitar juga mampu memberikan pertolongan yang benar,” jelasnya.
Dr. Carlof juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis RSUD Asy-Syifa, Universitas Cordova, serta seluruh mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan yang mengikuti pelatihan.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Cordova, Maslia Qomar, S.T., MPPM, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga serta apresiasi atas kesempatan berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa Universitas Cordova.
Ia menilai keterampilan pertolongan pertama merupakan pengetahuan penting yang perlu dimiliki masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari lingkungan akademik yang dapat turut berperan dalam memberikan pertolongan ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius karena ilmu yang diberikan sangat penting dan dapat bermanfaat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Maslia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan institusi kesehatan dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang kesehatan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara Universitas Cordova, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Mewakili tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr. Bilal Burhanuddin Baihaqi turut menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat serta Universitas Cordova terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga menjadi bagian awal dari sinergi yang lebih kuat antara FK UNAIR dengan berbagai institusi di Kabupaten Sumbawa Barat dalam bidang pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis Basic Life Support yang dipandu oleh dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, dr. Bagas Dyakso Darmojo, Sp.An-TI, FIP, bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan dokter spesialis RSUD Asy-Syifa.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan, pengenalan kondisi yang membutuhkan pertolongan segera, serta keterampilan melakukan tindakan bantuan hidup dasar. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung menggunakan manekin sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan prosedur pertolongan secara tepat.
Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kegawatdaruratan. Penguatan kapasitas masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem kegawatdaruratan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berbasis kolaborasi antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat KSB Maju Kesehatan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan masyarakat yang siaga, tenaga kesehatan yang responsif, serta dukungan sistem TRC Satu Komando, diharapkan setiap kondisi kegawatdaruratan dapat memperoleh respons awal yang cepat dan tepat. (Hen).
.png)