‎Camat Brang Rea Temui Tiga Calon Kades Seminar Salit, Tekankan Pilkades Damai ‎

Brang Rea, Sumbawa Barat -- Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, pemerintah kecamatan melakukan langkah pendekatan kepada seluruh calon kepala desa. 

‎Camat Brang Rea, Parwin, S.I.P., turun langsung mengunjungi kediaman tiga calon kepala desa untuk menyampaikan pesan penting terkait pentingnya menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian selama tahapan Pilkades.

‎Kunjungan tersebut dilakukan secara bergantian kepada masing-masing calon pada Kamis (01/10/2026). Calon Kepala Desa Seminar Salit nomor urut 1 Mulyadi menjadi calon pertama yang dikunjungi, kemudian dilanjutkan kepada calon nomor urut 2 Yoyo dan calon nomor urut 3 Abdul Gafur.

‎Pertemuan dengan para calon tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan membangun komitmen bersama agar kontestasi di tingkat desa berlangsung secara sehat dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Camat Brang Rea, Parwin, S.I.P., mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus mengingatkan para calon agar dapat menunjukkan sikap cerdas dalam berpolitik dan berdemokrasi.

‎“Saya mengingatkan kepada seluruh calon untuk cerdas berpolitik dan cerdas berdemokrasi agar Pilkades Desa Seminar Salit dapat berjalan dengan damai,” kata Parwin.

‎Menurut Parwin, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengganggu hubungan sosial maupun persaudaraan masyarakat.

‎Ia meminta seluruh calon kepala desa, tim pendukung dan simpatisan ikut mengambil peran dalam menjaga kondusivitas wilayah selama proses Pilkades berlangsung. Pemerintah kecamatan juga mengingatkan agar setiap tahapan pemilihan dapat dijalankan dengan mengedepankan ketertiban dan saling menghormati.

‎“Mari kita sama-sama menjaga kondusivitas wilayah selama proses Pilkades berlangsung,” tegasnya.

‎Parwin juga menekankan bahwa menjaga suasana aman tidak hanya diperlukan menjelang dan saat pemungutan suara. Menurutnya, kondisi pascapemilihan juga harus menjadi perhatian, terutama setelah adanya kepala desa terpilih.

Ia mengingatkan bahwa kepala desa yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mampu merangkul seluruh warga. Kepala desa terpilih tidak boleh membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik mereka selama proses Pilkades.

‎“Siapa pun yang terpilih nanti harus menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi mereka yang memilihnya,” ujarnya.

‎Selain menyampaikan pesan terkait kondusivitas, Camat Brang Rea juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan Pilkades menggunakan sistem e-voting. Penjelasan tersebut diberikan kepada para calon kepala desa dan simpatisan agar seluruh pihak memahami mekanisme pemungutan suara yang akan diterapkan.

‎Parwin berharap pemahaman mengenai sistem e-voting dapat membantu mengurangi kesalahpahaman selama pelaksanaan pemilihan. Para calon dan tim pendukung juga diharapkan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat masing-masing.

‎Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap mekanisme pemilihan menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan proses demokrasi yang tertib. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, calon kepala desa dan masyarakat perlu terus dibangun hingga seluruh tahapan selesai.

‎Sementara itu, Kepala Desa Seminar Salit, Khairuddin, S.I.P., menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung pelaksanaan Pilkades yang aman dan damai. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta pihak terkait dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan.

‎“Kami siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pilkades Damai di Desa Seminar Salit,” ujar Khairuddin.

Desa Seminar Salit sendiri memiliki tiga calon kepala desa yang akan mengikuti kontestasi. Calon nomor urut 1 adalah Mulyadi, nomor urut 2 Yoyo dan nomor urut 3 Abdul Gafur.

‎Kehadiran tiga calon tersebut memberikan pilihan kepada masyarakat Seminar Salit untuk menentukan pemimpin desa melalui mekanisme demokrasi yang telah ditetapkan. Pemerintah Desa juga berharap seluruh proses dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib dan tetap menjaga hubungan baik antarwarga.

‎Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkades bukan hanya ditentukan oleh terlaksananya pemungutan suara. Lebih jauh, keberhasilan juga dapat dilihat dari kemampuan seluruh pihak menjaga persatuan masyarakat setelah hasil pemilihan ditetapkan.

‎"Karena itu, siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan dapat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersama-sama membangun desa. Perbedaan pilihan selama proses Pilkades diharapkan berakhir setelah proses demokrasi selesai," pungkasnya. (Hen).