BRANG REA, SUMBAWA BARAT – Ratusan warga Desa Seminar Salit memadati halaman Kantor Desa Seminar Salit dalam Kampanye Akbar Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 1, Mulyadi Molet, Senin (19/10/2026). Di tengah suasana penuh semangat, kampanye tersebut menjadi ajang penyampaian gagasan pembangunan sekaligus seruan persatuan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan pemuda dari tiga dusun.
Antusiasme warga dan para pendukung mewarnai jalannya kegiatan. Yel-yel penyemangat menggema di lokasi kampanye, menggambarkan semangat para simpatisan dalam menyambut kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. Kampanye tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan dukungan, tetapi juga momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban menjelang hari pemungutan suara.
Dalam orasi politiknya, Mulyadi Molet menegaskan bahwa nomor urut 1 menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat untuk bergerak bersama membangun Desa Seminar Salit. Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh atau merusak hubungan kekeluargaan.
“Pilkades adalah pesta demokrasi warga. Kehadiran kami di sini bukan untuk memecah belah, melainkan untuk bersatu membangun Desa Seminar Salit yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan. Kami mengajak seluruh pendukung, simpatisan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi, dan mengutamakan semangat kekeluargaan,” ujar Mulyadi Molet.
Menurutnya, demokrasi yang sehat harus dibangun melalui sikap saling menghormati, kedewasaan dalam berpolitik, serta kesediaan menerima perbedaan pandangan. Sebab, setelah seluruh tahapan Pilkades berakhir, masyarakat tetap akan hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar di Desa Seminar Salit.
Perwakilan pemuda Dusun Salit, Rio Aryanandita, turut menyuarakan semangat perjuangan dan persatuan dalam momentum kampanye akbar tersebut. Keterlibatan pemuda, menurut pesan yang diusung dalam kegiatan itu, menjadi bagian penting dari dinamika demokrasi desa yang mengedepankan partisipasi, gagasan, dan tanggung jawab bersama.
Semangat perjuangan yang disuarakan pemuda Dusun Salit diarahkan agar dukungan politik tetap berjalan dalam koridor yang santun dan tertib. Pemuda diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga suasana tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta menghormati pilihan setiap warga.
Bagi generasi muda, Pilkades juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami arti demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menghapus semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat desa.
Senada dengan itu, perwakilan pemuda Dusun Seminar, Billy, turut membawa pesan kebersamaan dalam kampanye akbar nomor urut 1. Semangat pemuda diharapkan tidak hanya terlihat dalam memberikan dukungan selama tahapan Pilkades, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan desa.
Persatuan antarpemuda dari berbagai dusun dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial masyarakat tetap kuat. Dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai, perbedaan pilihan politik dapat disikapi secara dewasa tanpa menimbulkan perselisihan yang berkepanjangan.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana demokrasi yang damai. Energi, kreativitas, dan semangat perjuangan generasi muda diharapkan dapat diarahkan untuk kegiatan positif yang mendukung kemajuan Desa Seminar Salit.
Sementara itu, perwakilan pemuda Dusun Harapan Jaya, Ardi Nantana, juga menjadi bagian dari seruan persatuan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan perwakilan pemuda dari berbagai dusun memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang sedang menjalani proses demokrasi.
Semangat yang dibawa pemuda Harapan Jaya menjadi pengingat bahwa kepentingan desa harus tetap ditempatkan di atas perbedaan politik sesaat. Pilkades merupakan proses untuk menentukan pemimpin, tetapi menjaga persaudaraan dan membangun lingkungan yang harmonis merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Dengan demikian, semangat perjuangan yang digaungkan dalam kampanye diharapkan tidak berhenti pada dukungan terhadap calon tertentu. Semangat itu juga perlu diterjemahkan menjadi kesediaan menjaga keamanan, memperkuat gotong royong, dan berpartisipasi dalam pembangunan desa setelah pemungutan suara selesai.
Ketua tim pemenangan Mulyadi Molet, Engki Enk, turut menjadi salah satu figur penting dalam mengawal semangat perjuangan para pendukung nomor urut 1. Dalam konteks kampanye tersebut, tim pemenangan memiliki peran untuk mengarahkan dukungan masyarakat agar disampaikan secara tertib, santun, dan sesuai dengan ketentuan Pilkades.
Soliditas tim dan para pendukung diharapkan tetap dibangun di atas semangat kebersamaan serta penghormatan terhadap masyarakat yang memiliki pilihan berbeda. Dukungan politik, menurut pesan yang diusung dalam kampanye, tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan silaturahmi atau memunculkan konflik di tengah warga.
Engki Enk bersama tim pemenangan juga diharapkan terus mengingatkan para pendukung agar menjaga ketertiban hingga hari pemungutan suara. Semangat perjuangan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan, menghormati proses demokrasi, dan menerima hasil pemilihan sesuai aturan yang berlaku.
Selain menyerukan persatuan, Mulyadi Molet menyampaikan sejumlah fokus program yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan desa. Ia menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan agar pelayanan publik dapat berjalan lebih baik serta kebutuhan masyarakat mendapat perhatian yang memadai.
Pembangunan infrastruktur desa juga menjadi salah satu perhatian dalam gagasan yang disampaikan. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas warga, dan menunjang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Desa Seminar Salit.
Di bidang ekonomi, Mulyadi menyoroti pentingnya mengembangkan potensi lokal, terutama sektor pertanian dan kegiatan ekonomi produktif lainnya. Upaya pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu membuka kesempatan bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sesuai dengan potensi dan kemampuan desa.
Kelompok pemuda dan perempuan juga menjadi bagian dari perhatian dalam arah program nomor urut 1. Pemuda diharapkan memiliki ruang untuk terlibat dalam pembangunan, sementara perempuan perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan solidaritas sosial, keterbukaan pemerintahan, serta keterlibatan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan juga menjadi unsur penting dalam mewujudkan desa yang lebih maju.
Pelaksanaan kampanye akbar berlangsung dengan antusiasme para pendukung dan pengawasan panitia pemilihan serta aparat keamanan setempat. Semangat yang ditunjukkan warga menjadi bagian dari dinamika Pilkades yang diharapkan berlangsung tertib, aman, dan menghormati hak setiap pemilih.
Menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan pada Minggu (25/10/2026), Mulyadi Molet mengajak masyarakat Desa Seminar Salit untuk menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab. Ia berharap warga menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing tanpa tekanan, intimidasi, maupun provokasi.
“Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat, persaudaraan dan kepentingan Desa Seminar Salit harus tetap menjadi prioritas bersama,” pungkasnya.
Kampanye Akbar Mulyadi Molet nomor urut 1 pun menjadi momentum untuk menyuarakan semangat perjuangan dan persatuan. Kehadiran perwakilan pemuda Dusun Salit, Dusun Seminar, dan Dusun Harapan Jaya, bersama tim pemenangan, menambah penekanan bahwa suasana demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat sekaligus kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.
Pada akhirnya, Pilkades Seminar Salit bukan hanya tentang persaingan memperoleh suara, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat menjaga kebersamaan dalam menentukan masa depan desa. Semangat perjuangan, gotong royong, dan persaudaraan diharapkan terus terpelihara, baik sebelum maupun setelah pemimpin desa terpilih.
Persatuan tetap menjadi tanggung jawab bersama. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, sedangkan menjaga kedamaian merupakan komitmen seluruh warga Desa Seminar Salit. (Jul)